Yamaha Aerox

Cara Menangani Perasaan Takut Jatuh Cinta

  Senin, 12 Agustus 2019   Andres Fatubun
Ilustrasi.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Mungkin Anda mengenal seseorang atau memiliki teman yang merasa takut jatuh cinta. Hal itu bisa jadi bukan karena kurang percaya diri, tapi karena mereka mengalami philophobia.

Philophobia adalah salah satu kondisi mental di mana seseorang takut jatuh cinta pada orang lain. Orang yang mengalami philophobia biasanya memiliki pengalaman buruk yang menyebabkan trauma psikis, misalnya pernah disakiti oleh pasangan sehingga merasa khawatir untuk membina hubungan asmara lagi dengan orang lain.

Mengenali Gejala Philophobia
Tidak hanya memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang sehingga takut untuk membina hubungan dan komitmen dengan orang lain sebagai pasangan, philophobia juga dapat menimbulkan gejala fisik ketika orang tersebut dihadapkan pada masalah percintaan, seperti:

Detak jantung berdegup cepat atau berdebar-debar.

  • Sesak napas.
  • Berkeringat berlebihan.
  • Mual

Sebuah penelitian membuktikan bahwa krisis kepercayaan terhadap pasangan membuat banyak generasi muda memilih untuk tidak memiliki pasangan. Hal ini juga dapat menjadi salah satu penyebab banyaknya pasangan yang tidak sanggup mempertahankan hubungan.

Beragam Cara Menangani Philophobia   

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan secara mandiri, sebagai upaya untuk menangani rasa takut jatuh cinta atau philophobia, di antaranya:

Belajar dari masa lalu
Jika Anda pernah mengalami putus cinta, maka belajarlah dari kegagalan tersebut. Bila dahulu hubungan Anda gagal karena tidak adanya rasa saling pengertian, maka cobalah untuk lebih terbuka pada pasangan dan berusaha untuk saling mengerti. Jika sebelumnya pasangan tidak setia pada komitmen, maka bicarakan dengan pasangan Anda saat ini mengenai keseriusan dan arah hubungan Anda sejak awal.

Buang pikiran negatif
Ketika akan memulai suatu hubungan lagi, Anda mungkin memiliki pikiran negatif. Misalnya, pasangan mungkin tidak benar-benar mencintai Anda, atau sewaktu-waktu dia akan pergi karena menganggap Anda tidak menarik lagi. Hal tersebut kemungkinan hanya ada di dalam pikiran Anda. Mulai sekarang, jauhi pikiran negatif seperti itu. Cobalah untuk membuat suasana hubungan menjadi lebih positif, dengan menjalin komunikasi yang baik.

Jatuh cinta membuat bahagia
Jangan menghindari atau memungkiri perasaan takut akan jatuh cinta atau philophobia. Sebaliknya, hadapi dan kalahkan rasa takut tersebut. Pada dasarnya, jatuh cinta justru akan menjadikan Anda bahagia. Memang hubungan percintaan tak lepas dari masalah yang dapat membuat Anda sedih atau marah, tapi Anda harus yakin bahwa setiap masalah memiliki solusi, dan permasalahan tersebutlah yang akan membantu Anda dan pasangan tumbuh lebih dewasa dalam membina hubungan.

Bila rasa takut ini terasa berlebihan, Anda bisa berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan secara tepat. Kemungkinan penderita  philophobia akan direkomendasikan untuk menjalani terapi perilaku kognitif, yang bermanfaat mengubah pikiran dan keyakinan negatif, serta mengubah reaksi terhadap sumber ketakutan, hingga rasa takut itu perlahan hilang.

Tentu dalam penanganan philophobia perlu dukungan keluarga dan orang-orang terdekat. Jika tidak ditangani dengan tepat, philophobia dapat menimbulkan komplikasi, termasuk isolasi sosial, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, depresi dan gangguan kecemasan, bahkan hingga bunuh diri.

Philophobia dapat terjadi pada siapa saja. Jika Anda mengenal seseorang yang mengalami philophobia, Anda dapat memberikan dukungan serta motivasi. Jika perlu, sarankan pemeriksaan ke psikolog atau psikiater agar philophobia yang dialaminya dapat segera ditangani.

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar