Yamaha Mio S

Pusdai Bandung Ubah Limbah Kurban Jadi Kompos

  Minggu, 11 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
Pemeriksaan daging kurban. (istimewa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Dalam momen Iduladha 1440 H ini, Pusat Dakwah Islam (Pusdai) berupaya mengurangi limbah kurban berupa kotoran dan darah hewan dari belasan hewan kurban yang dititipkan pada DKM-nya, Minggu (11/8/2019). Hal tersebut dilakukan dengan merubah darah dan kotoran tersebut menjadi kompos.

Pusdai Jabar merujuk pada aturan ramah lingkungan dan syar'i juga ramah hewan. Limbah kita sterilkan sehinggga tidak dibuang begitu saja, dijadikan pupul kompos, ungkap salah satu panitia penyembelih hewan kurban Pusdai, Imron Hasan ketika ditemui di sela sesi pemotongam hewan.

Dia mengatakan, pembuatan kompos tersebut dilakukan secara manual. Nantinya, kompos tersebut akan dibagikan ke daerah Jatihandap Bandung.

AYO BACA : Ini Cara Olah Daging Kambing Agar Tak Bau Saat Dimasak

Kita daur ulang dijadikan kompos. Dibuatnya secara manual; nanti darah dikumpulkan, kotoran-kotoran dikumpulkan jadi satu dan kita berikan ke daerah Jatihandap untuk tanaman-tanaman, ungkapnya.

Upaya mengurangi limbah kurban tersebut dilakukan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Ada juga dari Kedokteran Unpad untuk pemeriksaan terhadap dalaman (jeroan), hati, limpa, dan lain-lain, jelasnya.

AYO BACA : Salat Iduladha Perdana di Gasibu, Ridwan Kamil Titip Semangat Pengorbanan

Adapun total jumlah hewan kurban yang dititipkan adalah 5 ekor sapi dan 8 ekor domba. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun kemarin.

Dia mengatakan, mekanisme pembagian hewan kurban dilakukan dengan melakukan distribusi langsung. Pihak Pusdai tidak menerima proposal ajuan.

Mekanisme pembagian hewan kurban pakai sistem distribusi langsung, tidak menerima proposal dari DKM-DKM. Nanti mustahik dikumpulkan di aula serbaguna, kita pimpin takbir nanti keluar satu persatu, ditandai dengan tinta, ungkapnya.

Untuk kurban tahun ini, pihaknya mengaku telah mengikuti anjuran Gubernur Jawa Barat untuk menghindari penggunaan plastik kresek untuk membungkus daging. Telah disediakan sebanyak 1.500 besek atau pipiti yang akan digunakan untuk mendistribusikan daging pada masyarakat.

Dulu pakai kemasan plastik, sekarang pakai besek sesuai anjuran Emil. 1500 besek sudah disediakan, pungkasnya.

AYO BACA : Dua Sapi Kurban Dipotong di Masjid Alfathu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar