Yamaha

Potensi Ekonomi Kurban 2019 Ditaksir Capai Rp28,4 T

  Jumat, 09 Agustus 2019
Pedagang hewan kurban memberi makan hewan yang akan dijualnya di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (15/7/2019). Mejelang Iduladha, para peternak hewan kurban mulai berjualan di beberapa titik di pinggir jalan Kota Bandung. Penjual tersebut menawarkan sapi dan kambing. (Muhammad Amaludin)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Indonesia Islamic and Development Studies (Ideas) memproyeksikan, potensi ekonomi kurban Indonesia pada tahun 2019 mencapai Rp28,4 triliun atau setara 181 ribu ton daging. Jumlah itu berasal dari pekurban yang diprediksi menembus 3,5 juta.

"Potensi tersebut datang dari perkiraan jumlah penduduk Muslim 232,1 juta orang, sebanyak 49,4 juta di antaranya kami perkirakan kelas menengah atas dengan pengeluaran per kapita di atas Rp1,5 juta per bulan," jelas Direktur Ideas Yusuf Wibisono di Jakarta, Jumat, (9/8).

Ia melanjutkan, dari 12,7 juta keluarga Muslim sejahtera itu, diasumsikan tingkat ketaatannya 27,5 persen, sehingga diperkirakan 3,5 juta keluarga setidaknya melaksanakan ibadah kurban.

AYO BACA : Hati-Hati Logam Timbal pada Hewan Kurban

Fakta di atas, kata dia, menunjukkan potensi ekonomi kurban tidak bisa dianggap kecil. Maka perlu dikelola dengan baik agar bisa menyejahterakan seluruh masyarakat yang membutuhkan.

Yusuf mengatakan, sepanjang 2018, Indonesia mengimpor 207 ribu ton daging sapi senilai 708 juta dolar AS atau sekitar Rp10,1 triliun.

"Jadi, jika potensi kurban dapat tergali dan terkelola secara baik, bahkan dikembangkan optimal, Indonesia seharusnya mampu berswasembada daging," ujarnya.

AYO BACA : Ini Tata Cara Penyimpanan Daging Kurban Berkualitas

Sayangnya, distribusi potensi kurban Indonesia masih tidak merata. Hal itu karena ada kesenjangan pendapatan antarwilayah di Tanah Air.

Peneliti Ideas Fajri Azhari menambahkan, lebarnya kesenjangan terjadi antara daerah perkotaan berpenduduk sekitar 149,5 juta dan daerah pedesaan dengan jumlah penduduk sekitar 117,4 juta jiwa. "Potensi kurban terbesar umumnya datang dari daerah perkotaan, mayoritas kelas menengah Muslim berdaya beli tinggi berada," kata dia.

Dari 132,3 juta Muslim perkotaan, diperkirakan 40,6 juta di antaranya kelas menengah atas. Maka dari 10,5 juta keluarga Muslim kota sejahtera, kemungkinan 2,9 jutanya akan berkurban 2,06 juta kambing dan 843.000 sapi.

"Sedangkan dari 99,7 juta Muslim pedesaan, kami perkirakan hanya sembilan juta jiwa yang kelas menengah atas. Dari 2,3 juta keluarga Muslim desa sejahtera, kami perkirakan sebanyak 634 ribu di antaranya berkurban 450 ribu kambing dan 184.000 sapi," jelas Fajri.

AYO BACA : Ini Fatwa MUI tentang Pengawetan Daging Kurban

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar