Yamaha Lexi

Pemilihan Rektor Unpad Diulang Lagi

  Jumat, 09 Agustus 2019   Faqih Rohman Syafei
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unpad, Soni Akhmad Nulhakim (kanan). (Faqih Rohman Syafei/Ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Universitas Padjadajaran (Unpad) kembali membuka pemilihan rektor untuk periode 2019-2024. Proses pemilihan dibuka mulai Senin (12/8/2019) pekan depan.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unpad, Soni Akhmad Nulhakim mengatakan proses pemilihan rektor UNPAD untuk periode tahun 2019-2024 berlangsung selama 73 hari. Ditargetkan pada 6 Oktober 2019 rektor Unpad definitif telah terpilih. 

"Pengumunan resmi proses pemilihan rektor di mulai pada 12 Agustus, sedangkan pengumuman rektor terpilih diputuskan pada 6 Oktober 2019 nanti," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (9/8/2019).

AYO BACA : Mediasi Terus Diperpanjang, MWA Unpad Tetap Selenggarakan Pilrek

Persyaratan umum untuk menjadi rektor Unpad, di antaranya beriman kepada Tuhan YME, WNI, memiliki gelar akademik Doktor (S3) atau jabatan akademik paling rendah rektor kepala dari PT dalam negeri maupun luar negeri yang diakui oleh kementerian.

Kemudian, berusia paling tinggi 60 tahun, sehat jasmani dan rohani, tidak pernah dipidana dengan pidana penjara, berintergritas, mempunyai visi, wawasan, dan minat terhadap pengembangan Unpad, rekam jejak yang baik, tidak menjalani tugas belajar dan bersedia mengundurkan diri dari jabatan di luar Unpad. 

"Sejumlah syarat harus dipenuhi oleh para pendaftar dalam pemilihan rektor Unpad. Kami panitia pemilihan rektor Unpad  memfasilitasi seluruh proses tahapana pemilihan, penjaringan, sampai melaporkan kepada Majelis Wali Amanat (MWA)," katanya.

AYO BACA : Calon Rektor Unpad Resmi Gugat MWA dan Menristekrikti ke Pengadilan

Soni menjelaskan setelah proses pendaftaran, verifikasi hingga penetapan bakal calon, pihaknya akan mulai melakukan sosialisasi program yang diusung oleh setiap bakal calon. Setiap bakal calon memaparkan program kepada semua elemen Unpad. 

"Pemaparan diberikan pada mahasiswa, alumni, masyarakat dan melalui rapat pleno terbuka dihadiri oleh unsur dosen dan tenaga kependidikan. Harapannya semua memahami arah program-program para bakal calon," terangnya. 

Dia menambahkan pihaknya membuka masa pengaduan terkait dengan penilaian rekam jejak calon rektor mulai dari aspek keuangan, media sosial, radikalisme dan terorisme.

"Pemilihan rektor oleh MWA dari aspek penilaian kompetensi manajerial dari lembaga asessment profesional, kemudian masa sidang pleno MWA dan penetapan rektor terpilih," pungkasnya.

AYO BACA : MWA Unpad Akan Revisi Aturan Pemilihan Rektor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar