Yamaha Aerox

Ini Fatwa MUI tentang Pengawetan Daging Kurban

  Jumat, 09 Agustus 2019   M. Naufal Hafizh
Logo MUI. (Wikipedia)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Menjelang Iduladha 1440 H, Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa "Pengawetan dan Pendistribusian Daging Kurban dalam Bentuk Olahan" yang dipublikasikan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Fatwa yang resmi rilis pada 7 Agustus 2019 itu memiliki registrasi Nomor 37 Tahun 2019 yang ditandatangani Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh.

AYO BACA : Besek Hambat Pertumbuhan Bakteri dalam Daging Kurban

Salah satu poin penting dari fatwa adalah menyunahkan distribusi daging kurban sesegera mungkin setelah disembelih agar manfaat dan tujuan penyembelihan dapat terwujud yaitu kebahagiaan bersama dengan menikmati daging kurban.

Kemudian, daging kurban agar dibagi dalam bentuk daging mentah atau berbeda dengan daging akikah yang kerap didistribusikan sebagai makanan jadi.

AYO BACA : Ini Tata Cara Penyimpanan Daging Kurban Berkualitas

Selanjutnya, daging agar didistribusikan untuk memenuhi hajat orang yang membutuhkan di daerah terdekat. Dengan kata lain, diutamakan distribusi ditujukan bagi masyarakat yang paling membutuhkan dengan jarak paling dekat.

Adapun terkait pengawetan dan penyimpanan daging agar bisa didistribusikan kepada yang lebih membutuhkan hukumnya boleh dengan syarat tidak ada kebutuhan mendesak.

Penundaan penyaluran tersebut diperbolehkan guna memperluas nilai maslahat daging kurban. Pengawetan dengan cara diolah dan diawetkan, seperti dikalengkan dan diolah dalam bentuk kornet, rendang atau sejenisnya itu diperbolehkan secara syariah.

Terakhir, daging kurban boleh didistribusikan ke daerah di luar lokasi penyembelihan dengan pertimbangan kemaslahatan.

AYO BACA : Cara yang Benar Mengolah Daging Sapi

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar