Yamaha Lexi

Keakraban Megawati-Prabowo Dinilai Bukan Tiba-tiba

  Jumat, 09 Agustus 2019   M. Naufal Hafizh
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi hormat kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat hadir pada pembukaan Kongres V PDIP di Sanur, Bali, Kamis (8/8/2019). Kongres V PDIP yang berlangsung 8-11 Agustus 2019 tersebut dihadiri sekitar 2.170 peserta dari 514 Dewan Pimpinan Cabang (DPC), 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), para pengamat dan sejumlah pimpinan partai politik. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/ama)

KUPANG, AYOBANDUNG.COM—Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Mikhael Bataona mengatakan, keakraban Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto bukan tiba-tiba.

"Saya kira, keakraban Prabowo dan Megawati harus dibaca sebagai sesuatu yang bukan tiba-tiba saja, karena sebelum Pilpres Megawati sudah mengutus Puan Maharani untuk bertemu Prabowo empat mata," kata Bataona, di Kupang, Jumat (9/8/2019).

Ia mengemukakan hal itu terkait dengan hubungan Megawati-Prabowo dan kehadiran Prabowo dalam Kongres PDI Perjuangan 2019, di Denpasar, Bali pada Kamis (8/8/2019), serta peluang koalisi di 2024.

AYO BACA : Jokowi Jawab Kelakar Megawati Soal

Pada 2004, Megawati-Prabowo bergandengan tangan dalam pertarungan Pemilu 2004. Saat itu mereka—sebagaimana pasangan-pasangan lain—kalah dari Susilo Yudhoyono-Jusuf Kalla. 

Menurut Bataona, kehadiran Prabowo di Kongres PDI Perjuangan di Sanur, Bali, jelas memberi pesan politik sangat eksplisit dan tegas, bahwa Prabowo merasa nyaman jika di 2024 bertarung dalam satu koalisi.

"Formasinya bisa Prabowo-Puan atau Prabowo-Prananda Prabowo. Jadi hubungan kedua tokoh ini harus dibaca sebagai sesuatu yang bukan tiba-tiba saja," katanya.

AYO BACA : Puan: Nama Menteri Sudah Ada di ‘Kantong’ Megawati

Ia mengatakan, sebelum Pemilu 2019 berlangsung, Megawati sudah mengutus Puan Maharani untuk bertemu Prabowo empat mata.

Saat itu, kata dia, pasti sudah terjalin komitmen bahwa jika Prabowo kalah, harus siap untuk rekonsiliasi dan membangun kerja sama dengan PDI Perjuangan untuk menghadapi Pemilu 2024.

"Jadi, apa yang terjadi pasca-pilpres hingga munculnya Budi Gunawan sebagai mediator pertemuan Jokowi dan Prabowo hingga Megawati dan Prabowo, adalah simbolisme politik yang sangat kuat menjelaskan tentang apa yang akan terjadi di 2024," katanya.

“Artinya, kehadiran Prabowo di Kongres PDIP ini adalah tanda yang kelihatan dari rencana politik yang tidak kelihatan, untuk Pilpres 2024," kata Bataona. 

AYO BACA : Prabowo Hadiri Kongres V PDIP, PKS: Lumrah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar