Yamaha Aerox

LIPKHAS GEMPA: Mitigasi Gempa Minim di Daerah Terdekat Sesar Lembang

  Kamis, 08 Agustus 2019   Mildan Abdalloh
Obyek wisata Tebing Keraton yang berada di kawasan patahan Lembang. (Nur Khansa/ayobandung)

CIMENYAN, AYOBANDUNG.COM -- Kecamatan Cimenyan merupakan daerah Kabupaten Bandung yang terdekat dengan titik Sesar Lembang. Walaupun demikian, kampung-kampung di kecamatan itu, yang terdekat dengan sesar tidak pernah mendapat sosialisasi dan mitigasi potensi dampak bencana apabila patahan tersebut melepaskan energinya.

Kampung Cikawari, Desa Mekarmanik misalnya. Jaraknya tidak jauh dari titik pusat Sesar Lembang. Namun, warga di kampung tersebut mengaku belum pernah mendapat mitigasi bahkan sosialisasi terkait potensi bencana dari sesar lembang.

"Tidak pernah ada sosialisasi apapun," ujar Elah Nurhayati (38) salah seorang warga kepada ayobandung.com, Kamis (8/8/2019).

AYO BACA : LIPKHAS GEMPA : Mitigasi Bencana Kota Bandung 'Kepentok' Uang dan Tata Ruang

Tidak jauh dari Kampung Cikawari, terdapat juga Kampung Merak Dampit, Desa Cimenyan. Kampung tersebut berada tepat di bawah objek wisata Bukit Bintang. Warga di kampung tersebut mengaku belum pernah mendengar maupun mengikuti kegiatan sosialisasi potensi bencana dari Sesar Lembang.

"Kalau ada sesar memang tahu. Tapi dampaknya seperti apa, sebagian besar warga sini belum tahu," tutur Yusup Taryana (47) salah seorang warga.

Sejauh ini, kata dia, tidak pernah ada sosialisasi apapun dari pemerintah mengenai Sesar lembang. Termasuk pelatihan atau mitigasi dari bencana gempa yang menjadi potensi terbesar jika Sesar Lembang melepaskan energi. Namun begitu, sebagian warga di kampungnya mengetahui jika Sesar Lembang berpotensi menimbulkan gempa.

AYO BACA : LIPKHAS GEMPA: Warga Kira Sesar Lembang adalah Obyek Wisata Baru

"Tahunya dari kabar-kabar saja. Kalau secara mendetail mah tidak tahu. Termasuk benar atau tidaknya Sesar lembang bisa menimbulkan gempa juga tidak tahu, karena tidak ada sosialisasi kepada kami dari pemerintah," ujarnya.

Karena kabar yang diterima warga tidak berasal dari orang-orang terpercaya, maka warga tidak terlalu menghiraukan Sesar Lembang. "Jadi dianggap biasa saja. Paling meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Yusup berharap jika kabar Sesar Lembang berpotensi menimbulkan gempa besar, maka pemerintah harus melakukan upaya mitigasi kepada warga sekitar. Terlebih warga Merak Dampit yang sempat trauma terhadap gempa. Karena tidak pernah diberi pengetahuan apa yang harus dilakukan ketika gempa, sebagian besar warga selalu lari ke luar rumah dalam keadaan panik ketika gempa terjadi.

"Kami trauma, waktu gempa Pangalengan beberapa tahun lalu, ke sini terasa sangat besar. Banyak genting yang jatuh. Waktu gempa Banten kemarin juga kami di sini panik," ujarnya.

AYO BACA : LIPKHAS GEMPA: BPBD KBB Gencar Sosialisasi Mitigasi Bencana Warga Sekitar Sesar Lembang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar