Yamaha Mio S

Didesak Tunjuk Dirut PLN Definitif, Luhut Tunggu Rini Soemarno Pulang Haji

  Selasa, 06 Agustus 2019   Fira Nursyabani
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penunjukkan direktur utama (Dirut) definitif PT PLN (Persero) harus menunggu Menteri BUMN Rini Soemarno pulang dari ibadah hajinya.

Hal itu disampaikan Luhut saat menanggapi desakan untuk segera menunjuk pimpinan definitif perusahaan pelat merah tersebut. Dirut PLN sebelumnya, Sofyan Basir, telah dinyatakan sebagai tersangka kasus suap PLTU Riau 1 pada April lalu dan posisinya berulang kali diisi oleh pelaksana tugas.

AYO BACA : PLN Nyatakan Arus Listrik DKI, Banten, dan Jabar Sudah Normal

“Menterinya lagi haji ya kita tunggu pulang haji dululah,” katanya di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Luhut menjelaskan, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat paripurna, Senin (5/8/2019) para menteri diminta untuk tidak membuat keputusan tertentu hingga Oktober mendatang. Arahan itu diberikan karena pengumuman kabinet baru akan dilakukan pada Oktober.

AYO BACA : Nilai Kompensasi yang Harus Dibayarkan PLN kepada Pelanggan Tembus Rp 1 Triliun

“Pak Presiden beri arahan kepada kami dalam rapat paripurna untuk semua menteri-menteri jangan buat keputusan dulu sampai Oktober. Kecuali ada hal khusus nanti Presiden kasih arahan,” katanya.

Arahan itu pun, lanjut Luhut, juga termasuk dengan penetapan direktur utama definitif PLN. Mantan Menko Polhukam itu mengatakan, kejadian listrik padam total yang melumpuhkan sebagian Pulau Jawa pada Minggu (4/8/2019) perlu dilakukan evaluasi dan investigasi.

Ia pun mengkritisi pemilihan pucuk pimpinan PLN yang kerap kali berlatarbelakang dunia keuangan. "Saya pikir memang perlu ada evaluasi yang sangat mendasar. Saya pikir peran ahli-ahli dalam bidang ini harus dilakukan. Tidak boleh PLN itu dipimpin oleh orang yang 'ngerti masalah 'finance' (keuangan) saja. Jadi harus balik kepada 'nature-nya' (asalnya) bahwa dia itu ada banyak masalah-masalah teknologi yang eloknya dipimpin, dikawal orang yang 'ngerti teknologi," katanya.

AYO BACA : Dirut PLN Nonaktif Komentari Insiden Pemadaman Listrik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar