Yamaha NMax

Sawah Alami Kekeringan Ekstrem, Petani Garut Terpaksa Nganggur

  Senin, 05 Agustus 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi kekeringan. (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra)

GARUT, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah petani di Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, terpaksa menganggur karena lahan pertanian garapannya kering dan tidak bisa digunakan untuk bertani. Kekeringan dampak musim kemarau ini sudah berlangsung selama hampir tiga bulan.

"Ya sekarang karena kekeringan petani di sini ada yang menganggur tidak bisa bertani," kata Kepala Desa Cibiuk Kaler, Enggis Erawan, Minggu (4/8/2019).

AYO BACA : BPBD Tetapkan Status Siaga Kekeringan di Kabupaten Cianjur

Ia menuturkan, sebagian besar masyarakat Desa Cibiuk Kaler berprofesi sebagai petani dengan menggarap sejumlah tanaman pangan salah satunya padi. Namun akibat kemarau yang berlangsung lama, lahan pertanian garapan petani di Desa Cibiuk Kaler sudah keras dan mengering karena tidak ada pasokan air.

"Lahan pertanian di desa kami ini mengandalkan air hujan, sementara aliran air dari Bendungan Copong belum ada," ungkapnya.

AYO BACA : Siaga Kekeringan di KBB Berlangsung 1 Agustus sampai 31 Oktober

Ia mengungkapkan, hasil laporan sementara menunjukkan, lahan pertanian yang dilanda kekeringan tercatat seluas 150 hektare dari luas lahan di Desa Cibiuk Kaler sekitar 200 hektare. Sebagian kecil lahan pertanian, kata dia, masih bisa dimanfaatkan untuk bertani karena dekat dengan sumber air dari aliran Sungai Cimanuk.

"Akibat kemarau ini masyarakat petani sangat rugi, seharusnya sekarang ini panen tapi karena kekeringan jadi rugi," ujar Enggis.

Ia menambahkan, beberapa petani ada yang ikut bekerja dengan saudara mereka di luar daerah untuk menjadi pedagang atau pekerja buruh lainnya. "Ada juga beberapa petani yang ke luar daerah untuk berdagang selama kemarau ini," tutur dia.

Kondisi tanah pesawahan di desa tersebut sudah pecah. Bahkan banyak tanaman padi yang mengering dan padi yang sudah memasuki usia panen tidak memiliki banyak bulir padi. Tanah sawah yang kering, gagal tanam, dan gagal panen tersebut banyak dimanfaatkan masyarakat pejalan kaki sebagai jalan pintas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Dadi Djakaria menjelaskan, sejumlah daerah di Garut sudah dilanda kekeringan, terutama lahan pertanian akibat musim kemarau. "Kemarau sudah menyebabkan lahan pertanian kekeringan, ada juga beberapa daerah yang kesulitan air bersih," kata Dadi.but.

AYO BACA : Kekeringan Sebabkan 700 Hektar Padi di Kabupaten Cirebon Puso

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar