Yamaha Lexi

Keseruan Difabel Netra Anak Nonton Film dan Bermain Dongeng

  Senin, 05 Agustus 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Sejumlah anak difabel netra dalam sesi dongeng interaktif bersama Ayo Dongeng Indonesia. (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/ayobandung.com)

PARONGPONG, AYOBANDUNG.COM -- Apa yang terbayang jika sedang menonton film di bioskop? Hening? Semua penonton diam fokus? Namun suasana itu sama sekali berbeda dengan kondisi saat pemutaran film oleh Bioskop Harewos. 

Merayakan momentum Hari Anak Nasional, Bioskop Harewos menggelar program pemutaran film khusus bagi anak-anak difabel netra dan relawan pembisik (visual reader) di Studio Nuart Sculpture Park, Jalan Setraduta Raya, Ciwaruga, Kecatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (4/8/2019).

AYO BACA : Taman Inklusi Bandung Tidak Inklusif Bagi Difabel

Kegiatan ini merupakan program nonton bareng difabel netra anak bersama para relawan untuk memberikan pengalaman lebih bagi keduanya. Didampingi sebanyak 40 volunter, 40 anak difabel netra ini amat antusias selama menonton film 'Keluarga Cemara'.

Jika di bioskop semua penonton hening berfokus pada layar, pemutaran film bersama Bioskop Harewos justru ramai suara para volunter yang menyampaikan materi film pada anak-anak itu. Tak jarang anak-anak tersebut merespons alur cerita dengan menyahut apa yang diungkapkan sang aktor di layar bioskop. Respons anak-anak inilah yang menjadi pemicu keseruan menonton film tersebut.

AYO BACA : Produksi Kaki dan Tangan Palsu oleh Kelompok Kreativitas Difabel

"Ini adalah pertama kali kita mengadakan pemutaran khusus untuk teman-teman, anak tunanetra anak. Kita nonton dan bermain, nontonnya film Keluarga Cemara. Ada interaksi bermain dongeng interaktif dan menari juga dengan collaborator," ungkap Director Bioskop Harewos, Dita Widya Putri saat ditemui di sela kegiatan.

Tak hanya menonton film, para penyandang difabel netra anak ini turut diajak berimajinasi dalam dongeng dan tari interaktif bersama Ayo Dongeng Indonesia dan Semesta Tari. Kegiatan ini memang dikonsepkan untuk merancang dan menghadirkan pengalaman berbeda melalui dongeng interaktif dan tarian yang dibuat khusus bagi disabilitas netra anak. 

"Kita berharap banget dengan adanya interaksi antara volunter dan sahabat netra ini enggak cuma hari ini aja, mungkin nanti setelah acara selesai mereka bisa dapat teman baru di lingkungan baru, bisa dapat jejaring baru. Karena kita konsep bioskopnya sendiri itu nggak cuma nonton aja ada berinteraksi fokusnya adalah nonton dan berinteraksi," lanjutnya.

Kegiatan ini diikuti 40 anak difabel netra dari siswa dan siswi SLB Negeri A kota Bandung serta anak difabel netra dari Dhuha Foundation. Sementara para volunter berasa dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga profesional. Penyelenggara tak membebankan biaya untuk mengikuti kegiatan ini. 

"Kita berharap banget, teman-teman, sahabat netra bisa berbaur dengan dunia yang lebih luas. Karena terus terang lingkungannya itu-itu lagi mau di sekolahnya atau lingkungan lainnya, jadi punya jejaring baru. Ini juga kita harap ada wadah yang menjembatani mereka membuka dunia di luar sana," ujar Dita.

AYO BACA : Pemkot Bandung Siap Bantu Legalitas Usaha Kaum Difabel

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar