Yamaha

Bau Belerang Tercium di Sekitar Tangkuban Parahu, Warga Diimbau Tak Khawatir

  Sabtu, 03 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
Wisatawan mengunjungi Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, Subang, Kamis (1/8/2019). Taman wisata alam Gunung Tangkuban Parahu kembali dibuka setelah terjadi erupsi pada Jumat (26/7/2019) yang memaksa seluruh aktivitas di kawasan tersebut diberhentikan. (Kavin Faza/Ayobandung.com)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Bau belerang tercium dalam radius sekitar 5 kilometer di sekitar Gunung Tangkuban Parahu. Fenomena ini banyak dibicarakan oleh warganet, salah satunya melalui akun Instagram resmi @jabarquickresponse.

Diketahui Tim Jabar Quick Response tengah berada di kawasan sekitar Gunung Tangkuban Parahu melakukan ekspedisi untuk mengetahui kondisi terkini Gunung Tangkuban Parahu. Dalam sebuah keterangan foto yang diunggah pada Jumat (2/8/2019) malam, disebutkan bau belerang tercium di sekitar gunung.

"Posisi tim kini ada di Desa Sukawana Kabupaten Bandung Barat. Ada satu fenomena yang janggal di mana bau belerang telah tercium telah tercium dari radius 5 Km," tulis keterangan foto tersebut.

AYO BACA : Sabtu Pagi, Madiun Diguncang Gempa Magnitudo 3,4

Terkait fenomena tersebut, Kasubdit Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani mengatakan fenomena tersebut sebagai sesuatu yang jamak ditemui. Menurutnya, hal itu terjadi karena aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu masih tinggi.

"Ini fenomena biasa, karena memang aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih tinggi. Saat kondisi normal pun tercium bau belerang, hanya saja masih di sekitar kawah," kata Nia saat dikonfirmasi ayobandung Sabtu (3/8/2019).

Decara visual, ujar dia, PVMBG masih mengamati adanya aktivitas erupsi dan embusan gas hingga ketinggian 200 meter dari dasar kawah. Embusan gas yang umumnya mengandung komposisi belerang ini terbawa angin sehingga bau bisa tercium dalam radius tertentu.

AYO BACA : Secara Keilmuan, Gempa Magnitudo 9 Bisa Terulang di Selatan Jawa

"Embusan gas ini umumnya komposisinya adalah belerang. Belerang bisa terbawa udara, dan tercium hingga jarak yg lebih jauh, tergantung arah angin," jelasnya.

Bau belerang ini masih berpotensi meluas dalam radius yang lebih jauh. Potensi tersebut, menurut Nia, tergantung pada arah dan kecepatan angin serta konsentrasi gas belerang yang dihasilkan dari aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tak perlu khawatir dan melakukan langkah antisipasi dengan cara menggunakan alat perlindung pernapasan dan mata serta tidak mendekati pusat Kawah Ratu dengan radius 1,5 kilometer sesuai rekomendasi PVMBG.

"Untuk masyarakat yang terkena dampak belerang bisa menggunakan pelindung pernapasan atau mata. Bila gas belerang terhirup dalam jumlah di atas ambang batas, tentu saja akan mengganggu kesehatan," ujarnya.

AYO BACA : Tangkuban Parahu Masih Ditutup, Saatnya Kunjungi Kawah Putih

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar