Yamaha

Gempa Banten Terekam di Seismograf Tangkuban Parahu

  Jumat, 02 Agustus 2019   Faqih Rohman Syafei
Gempa yang terjadi sekitar pukul 19.03 WIB di wilayah Banten terekam alat seismograf di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu, Jumat (2/8/2019). Dalam seismograf amplitudo terbaca di skala 50 mm.

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Gempa yang terjadi sekitar pukul 19.03 WIB di wilayah Banten terekam alat seismograf di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu, Jumat (2/8/2019). Dalam seismograf amplitudo terbaca di skala 50 mm.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu, Asep mengatakan gempa tersebut terekam di alat seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm.

"Ya betul terekam di alat seismograf di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu," ujarnya kepada ayobandung.com, Jumat (2/8/2019).

Menurutnya, skala gempa tersebut diperkirakan diangka Modified Mercalli Intensity (MMI) 4. Indikatornya, dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, lampu-lampu goyang dan sebagainya.

"Skala diperkirakan MMI 4, kerasa juga oleh banyak orang, tadi juga air di botol bergoyang dan lainnya," katanya.

Disinggung gempa ini berdampak pada aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu, Asep menjelaskan perlu evaluasi secara menyeluruh, karena sebelum gempa terjadi amplitudo fluktuatif di 50 mm.

"Sebelum gempa, amplitudo tetap fluktuatif di 50 mm, memang sebelumnya skalanya sudah over," pungkanya.

Sementara itu, menurut informasi dari Instagram BMKG, lokasi gempa berada di 7.54 LS,104.58 BT atau 147 km Barat Daya Sumur-Banten dengan kedalaman gempa terjadi di kedalaman 10 Km.

BMKG menyatakan, gempa tersebut berpotensi tsunami. Gempa tersebut pun terekam pada seismograf Pos Pengamatan Gunungapi Tangkuban Parahu. Amplitudo maksimum 50 mm, skala diperkirakan MMI 4.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar