Yamaha

Kasus Korupsi di Kemenpora, KPK Buka Kemungkinan Panggil Saksi Lain

  Jumat, 02 Agustus 2019   M. Naufal Hafizh
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta keterangan dari belasan orang dalam pengembangan korupsi di Kemenpora yang telah diproses di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

"Ada belasan orang yang sudah dimintakan keterangan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Febri menyatakan, lembaganya tidak menutup kemungkinan untuk memanggil pihak-pihak lain untuk dimintai keterangan dalam pengembangan perkara itu.

AYO BACA : Sekjen KONI Dijatuhi Hukuman 2 Tahun 8 Bulan Penjara

"Nanti kalau masih ada pihak lain yang masih dibutuhkan keterangan tentu akan dilakukan oleh tim. Yang pasti ada beberapa fakta di persidangan kemarin yang perlu didalami lebih lanjut oleh tim," ungkap Febri.

Ia menyatakan, dalam persidangan itu ditemukan banyak fakta yang kemudian dicermati oleh KPK.

"Ada banyak fakta kalau kita simak itu dan dua di antaranya itu dicermati KPK, pertama terkait dengan ruang lingkup kerja sama atau proposal. Kedua keterkaitan dengan poin proposal tadi dengan aliran dana, dua hal itu saling terkait yang perlu kami dalami dalam proses pengembangan," tuturnya.

AYO BACA : Imam Nahrawi Jadi Saksi Kasus Suap KONI di Pengadilan Tipikor

Sebelumnya, KPK pada Kamis (1/8/2019) meminta keterangan dari mantan pebulu tangkis Indonesia Taufik Hidayat.

"Ada kebutuhan permintaan keterangan dalam posisi yang bersangkutan sebagai staf khusus di Kemenpora dan Wakil Ketua Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) beberapa waktu yang lalu," ucap Febri.

Sebelumnya, dalam perkara korupsi terkait dana hibah dari pemerintah kepada KONI, Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy divonis 2 tahun dan 8 bulan penjara ditambah denda Rp100 juta subsider 2 bulan sedangkan Johny E Awuy divonis 1 tahun dan 8 bulan penjara ditambah denda Rp50 juta subsider 2 bulan.

Keduanya dinilai terbukti menyuap Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, Asisten Olahraga Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Adhi Purnomo, dan Staf Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora Eko Triyanta agar dapat memperlancar 2 proposal dana hibah yang diajukan oleh KONI.

Dalam putusan tersebut, hakim menilai bahwa asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bernama Miftahul Ulum terbukti menerima Rp11,5 miliar serta ATM dan buku tabungan dari sekjen dan bendahara umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Untuk memenuhi commitment fee yang diminta, Ending Fuad Hamidy dan Johny E Awuy telah juga memberikan kepada Miftahul Ulum selaku aspri menteri melalui Arief Susanto selaku protokoler Kemenpora yang seluruhnya berjumlah Rp11,5 miliar untuk kepentingan Menpora," kata hakim Arifin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (20/5/2019).

AYO BACA : KPK Panggil Eks Pebulu Tangkis Taufik Hidayat Terkait Korupsi Kemenpora

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar