Yamaha Aerox

KPAI: Terjadi Eksploitasi Anak dalam Audisi Beasiswa Bulu Tangkis

  Jumat, 02 Agustus 2019   Fira Nursyabani
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra, Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty, Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudiarta Nur Sitepu, dan Ketua KPAI Susanto dalam jumpa pers tentang Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum di Jakarta, Kamis (1/8/2019). (ANTARA News/Dewanto Samodro)

JAKATA, AYOBANDUNG.COM -- Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty mengatakan telah terjadi eksploitasi anak dalam Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan antara KPAI dengan sejumlah kementerian/lembaga, Kamis (1/8/2019).

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis diduga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

AYO BACA : KPK Panggil Eks Pebulu Tangkis Taufik Hidayat Terkait Korupsi Kemenpora

Menurut Pasal 35 Ayat (1) huruf c Peraturan tersebut, pengendalian promosi produk tembakau dilakukan dengan tidak menggunakan logo dan/atau merek produk tembakau pada suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan.

Sedangkan Pasal 37 menyatakan sponsor industri rokok hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk "brand image" produk tembakau.

"Logo dan warna yang digunakan dalam audisi bulu tangkis tersebut tidak lepas dari brand image produk rokok," kata Sitty.

AYO BACA : 5 Wakil Indonesia Siap Berlaga di Semifinal Japan Open 2019

Pasal 47 bahkan secara gamblang menyatakan setiap penyelenggara kegiatan yang disponsori produk tembakau dan/atau bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau dilarang mengikutsertakan anak di bawah usia 18 tahun.

KPAI menyatakan sudah pernah memanggil Djarum Foundation dan meminta agar tidak ada eksploitasi anak dalam audisi itu. "KPAI sudah pernah memanggil Djarum Foundation dan menjelaskan bahwa ada eksploitasi anak dalam audisi bulu tangkis selama ini," ungkap dia.

Ia mengatakan KPAI sama sekali tidak meminta audisi bulu tangkis tersebut dihentikan, tetapi meminta agar eksploitasi ekonomi yang terjadi dalam audisi tersebut dapat dihilangkan. Oleh karena itu, KPAI mempersilakan Djarum Foundation untuk tetap mengadakan audisi bulu tangkis selama tidak ada eksploitasi anak yang terjadi.

"Kami berniat dan berprasangka baik Djarum Foundation akan mengubah format audisi yang tidak mengeksploitasi anak," katanya.

Namun, katanya, ternyata Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 yang pertama diadakan di Kota Bandung tidak ada perubahan dan menilai tetap terjadi eksploitasi anak.

AYO BACA : Audisi Beasiswa Bulu Tangkis Diminta Hentikan Eksploitasi Anak

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar