Yamaha NMax

Ini Alasan Kematian Hewan Peliharaan Bisa Traumatis bagi Pemiliknya

  Kamis, 01 Agustus 2019   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi. (Ty Swartz/Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Tidak jarang, pemilik hewan merasa traumatis ketika peliharaanya mati. Lantas, kenapa perasaan itu bisa muncul?

"Banyak orang yang menghibur dengan perkataan seperti 'itu hanya anjing', 'ayolah, lupakan itu', 'kamu bisa selalu mendapatkan pengganti yang baru'," ungkap Pet Loss Counselor, Kaleel Sakakeeny. seperti dilansir Men's Health, Kamis (1/8/2019).

AYO BACA : Manfaat Memelihara Hewan bagi Kesehatan

Apapun bentuknya, lanjut Sakakeeny, kesedihan tetaplah kesedihan dan kehilangan tetaplah kehilangan. Hubungan yang terjalin antara manusia dan hewan bisa sama bernilainya dengan hubungan yang terjalin di antara sesama manusia.

Rasa kasih yang muncul antara manusia dan hewan juga bukan perasaan yang dangkal. Rasa kasih antara manusia dan hewan tidak lebih rendah dibandingkan rasa kasih antarsesama manusia.

AYO BACA : Ini Alasan Robby Beli Seekor Merpati Seharga Rp1 Miliar

"Sebuah miskonsepsi bahwa hubungan antara manusia dan hewan tidak bisa memiliki nilai yang sama seperti hubungan antara manusia dan manusia," papar Sakakeeny.

Terlepas dari pandangan negatif sebagian orang, Sakekeeny menyarankan agar orang-orang yang merasakan kedukaan setelah ditinggal hewan peliharaan tidak menghindari perasaan tersebut. Pemilik hewan peliharaan perlu menghadapi perasaan duka tersebut agar nantinya bisa kembali melanjutkan hidup.

"Ketika sudah benar-benar siap, Anda bisa kembali membawa hewan lain ke rumah. Ada banyak hewan yang mencari rumah tinggal untuk selamanya," jelas Sakakeeny.

AYO BACA : Bagi Pecinta Hewan, 5 Hal Ini Harus Diperhatikan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar