Yamaha

5 Cara Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Sesuai Syariat

  Kamis, 01 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
Praktik memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat pada gelaran Jabar Punya Informasi di Gedung Sate Bandung, Kamis (31/7/2019). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM—Jelang Iduladha 2019, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan sudah mulai melalukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik. Hewan-hewan kurban yang telah dinyatakan sehat dan layak disembelih akan dipasangi kalung ungu berstempelkan tulisan "sehat".

Namun, karena keterbatasan jumlah petugas, tidak seluruh hewan kurban di Jabar diberi stempel tersebut. Stempel yang tersedia hanya berkisar 160.000, sementara hewan kurban yang ada di Jabar tahun ini diprediksi lebih dari 250.000 ekor.

Bagi Anda yang hendak membeli hewan kurban namun tak menemukan stempel tersebut, jangan khawatir. Hewan yang akan Anda beli dapat diperiksa kelayakannya melalui cara berikut:

1. Tanyakan usia

Kepala Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) wilayah Jabar I Pranyata Tangguh Waskita mengatakan, ada dua hal utama yang menjadi syarat sahih hewan kurban secara syariat Islam, yakni usianya cukup dan gigi-giginya yang sudah berganti gigi permanen.

"Usia yang cukup itu sapi 2 tahun, kalau kambing 1 tahun. Giginya sudah berganti permanen, bukan gigi susu. Dua hal ini jadi hal utama yang menentukan afdal atau tidaknya hewan kurban," ungkapnya ketika ditemui di gelaran Jabar Punya Informasi di Gedung Sate Bandung, Kamis (31/7/2019).

AYO BACA : Berkurban untuk Palestina, Icik Donasikan Tabungan Hasil Jual Permen

2. Pastikan tidak cacat

Pranyata mengatakan, hewan yang dipilih tidak memiliki cacat pada tubuhnya. Misalnya, tidak pincang dan terpantau dapat bergerak normal. 

"Secara fisik dia berarti berdiri dengan keempat kakinya. Tidak cacat dan tidak ada sesuatu yang dirasaka olehnya," ungkapnya.

Selain itu, kesehatan hewan bisa dilihat dari bulunya yang bersih dan cukup mengilat. 

3. Gusi dan mata tidak merah atau pucat

Gusi dan mata yang pucat, Pranyata mengatakan, dapat mengindikasikan hewan kekurangan darah. Begitu pun sebaliknya.

AYO BACA : Emil Pastikan Tak Ada Penjualan Hewan Kurban di Trotoar dan Pinggir Jalan

"Kita lihat gusi, harusnya berwarna pink tidak pucat," ungkapnya.

Setelah mengecek gusi, periksa bagian mukosa matanya. Bila tampak pucat, berarti hewan kurang sehat. Pun bila memerah, dapat menjadi indikasi demam.

"Kalau kurang darah atau sakit akan terlihat pucat, kalau demam matanya memerah," ungkapnya.

4. Kekenyalan kulit baik

Elastisitas kulit hewan kurban dapat menjadi indikasi kualitas yang dapat diperiksa. Bila kulit hewan tersebut ditarik, idealnya kulit bisa kembali dengan cepat.

"Kalau tidak, tandanya dia dehidrasi," ungkap Pranyata.

5. BAB baik dan suhu normal

Terakhir, Anda dapat memeriksa kotoran hewan tersebut. Bila terdapat indikasi kotoran yang lebih encer atau tidak semestinya, maka hal tersebut dapat mengindikasikan terdapat gangguan kesehatan.

"Suhu tubuh hewan juga bisa ditanyakan pada petugas. Kalau ada di kisaran 39 sampai 40, jangan dipilih," ungkapnya. 

AYO BACA : Indramayu Kekurangan Peternak Sapi

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar