Yamaha NMax

Cirebon Upayakan Menekan Angka Pekerja Migran Indonesia

  Rabu, 31 Juli 2019   Erika Lia
ilustrasi pekerja migran Indonesia (PMI). (Antara)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon diketahui telah menambah kawasan industri di wilayah bagian timur menjadi sekitar 10.000 hektar. Diklaim sebagai salah satu upaya menekan jumlah pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya berstatus ilegal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno mengungkapkan, kawasan industri di wilayah bagian timur Kabupaten Cirebon sebelumnya hanya 2.000 hektar. Sejauh ini, luasannya sudah ditambah yang termuat dalam revisi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Cirebon Nomor 17 Tahun 2011.

Sektor industri di wilayah bagian timur Kabupaten Cirebon terus berkembang. Kami harap bisa menekan keinginan warga yang ingin bekerja di luar negeri, ungkapnya, Rabu (31/7/2019).

Perkembangan industri itu dipastikannya memperbesar kesempatan kerja warga. Pihaknya bahkan berharap, tiada lagi warga Kabupaten Cirebon yang bekerja sebagai PMI dengan alasan rentetan resikonya.

Pihaknya meyakini, kebijakan penambahan kawasan industri itu pada gilirannya akan menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun untuk ini, Pemkab Cirebon memerlukan dukungan seluruh pihak.

AYO BACA : 21 Tahun Nyaris Tiada Kabar di Arab Saudi, Turini Akhirnya Pulang ke Cirebon

Mudah-mudahan perluasan kawasan industri ini bisa menyerap semua warga Cirebon, harapnya.

Terkait perlindungan PMI asal Kabupaten Cirebon, pihaknya telah pula membentuk Layanan Terpadu Satu Pintu (LSTP) sebagai upaya menekan tingkar PMI ilegal. Layanan pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirebon ini bahkan telah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendeteksi perusahaan kerja di Indonesia.

Kami sudah mulai intens dengan yang ada di Jakarta, ujarnya.

Layanan ini juga diharapkan dapat menekan anggapan Kabupaten Cirebon sebagai lumbung tenaga kerja wanita. Selain petugas Disnaker, layanan ini dilengkapi pula petugas dari Kantor Imigrasi, Kepolisian, maupun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Saat ini masih kami tekan, tapi ke depan semoga tidak ada lagi PMI, tandasnya.

AYO BACA : Hilang 27 Tahun, Keluarga Pekerja Migran di Kabupaten Cirebon Ini Tunggu Carmi Pulang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar