Yamaha Mio S

Kisah Waduk Cirata, PLTA Terbesar se-Asean

  Selasa, 30 Juli 2019   Dede Nurhasanudin
Sejumlah pengendara tampak melintasi Bendungan Cirata, Purwakarta, Selasa (30/7/2019). (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata adalah salah satu penghasil tenaga listrik di Provinsi Jawa Barat.

PLTA Cirata disebut-sebut sebagai PLTA terbesar di Asia Tenggara yang mengalirkan tenaga listrik ke daerah Jawa dan Bali. Meski bukan diperuntukkan secara khusus untuk wisata, namun tidak sedikit wisatawan berkunjung ke PLTA Cirata.

PLTA Cirata berlokasi di perbatasan tiga Kabupaten, yaitu Purwakarta, Bandung Barat, dan Cianjur. Kawasan ini memiliki keindahan alam eksotik, maka tak heran jika mampu menyedot banyak wisatawan.

AYO BACA : Soal Pencemaran Sungai, Bupati Purwakarta Jawab Keluhan Wabup Karawang

Kondisi itu pula dimanfaatkan sebagian masyarakat dengan mendirikan rumah makan atau warung-warung tempat wisatawan beristirahan dengan menyediakan makanan tradisional, seperti nasi liwet dan ikan bakar. Namun, jauh sebelum itu, tahukah Anda kapan Bendungan PLTA Cirata mulai dibangun hingga menjadi ikon daerah?

PLTA Cirata mulai dibangun pada tahun 1980 dan diresmikan Presiden RI kedua Soeharto tujuh tahun kemudian. Alasan waduk ini dibangun untuk pembangkit listrik Jawa dan Bali yang hingga saat ini tetap berjalan.

"Kalau tidak salah Bendungan PLTA Cirata mulai dibangun sekitar 1980 dan diresmikan Pak soeharto 1987," kata tokoh masyarakat Desa Mekarsari Kecamatan Darangdan, Purwakarta Sulaeman kepada ayopurwakarta.com, Selasa (30/7/2019).

AYO BACA : Karawang Geram, Sungainya Diduga Dicemari Perusahaan Purwakarta dan Subang

Pria yang akrab disapa Abah Janggot itu mengetahui betul selama pengerjaan Bendungan PLTA Cirata. Pada saat itu dirinya bertugas sebagai petugas keamanan. Selama pengerjaan juga melibatkan masyarakat setempat.

Dulu, lanjutnya bercerita, lokasi PLTA Cirata merupakan kawasan pegunungan dan perbukitan. Pemerintah yang merencanakan pembangunan bendungan kemudian membuat jalan yang saat ini menjadi jalur penghubung antara tiga kabupaten yang saling berbatasan di kawasan PLTA, termasuk Bendungan Cirata.

"Sebelum ada bendungan jika masyarakat ingin menyeberang harus melewati jembatan terbuat dari kayu dan bambu. Sekarang sudah ada bendungan sekaligus jalan penghubung Purwakarta dan Kabupaten Bandung Barat," ucap dia.

Abah Janggot tidak mengetahui PLTA itu disebut Cirata. Namun dia berpendapat kemungkinan Cirata singkatan dari "Cai Rata" (air merata).

"Memang dari dulu air di danau itu airnya sangat rata, mungkin itu asal usulnya disebut Cirata," ujar dia mengira-ngira.

AYO BACA : Sungai Cileungsi Tercemar, Hantu Bagi Bekasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar