Yamaha NMax

Masa Depan Eks Pesepak Bola dan Dilema 'Muruah' Medali Kejayaan

  Senin, 29 Juli 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Tiga medali milik pemain persib dari Kejuaraan Kompetisi Divisi Utama PSSI 1989-1990, 1983, dan 1984. (@Mah5Utari/Twitter)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sejatinya pesepak bola tak ada bedanya dengan seorang pahlawan. Dengan kegigihan dan semangatnya, mereka bisa membawa nama daerah hingga negara ke pentas dunia.

Tapi nyatanya, usai masa kejayaan meredup baik dimakan usia atau cedera, tak sedikit di antara mereka yang merana setelah dulu dipuja. Itulah nasib mantan pesepak bola setelah tak lagi berlaga.

Tak jarang banyak mantan pemain sepak bola yang berjaya dan berkecukupan ketika masih aktif bermain namun hidup susah setelah tak lagi bermain bola. Kondisi serupa tampaknya dialami seorang mantan pemain Persib di zaman perserikatan Divisi Utama.

Pasalnya baru-baru ini lini massa khususnya di lingkungan bobotoh, ramai membicarakan dengan dijualnya tiga medali lawas milik pemain Persib Bandung. Salah satu medali itu adalah medali emas saat Persib menjuarai ajang Kejuaraan Kompetisi Divisi Utama PSSI 1989-1990. 

Sementara dua medali lainnya adalah medali yang diterima Persib saat menjadi runner-up di Kompetisi Divisi Utama PSSI 1983 dan Divisi Utama PSSI 1984.

AYO BACA : Dijual Online, Tiga Medali Ini Jadi Saksi Kejayaan Persib

Akun @Mah5Utari, yang mengunggah foto-foto medali itu untuk pertama kalinya di Twitter. Pemilik akun tersebut mengaku medali bersejarah tersebut dijual dengan harga mencapai jutaan rupiah.

Ketiganya merupakan milik seorang mantan penggawa Maung Bandung. Hanya, demi privasi, identitas pemilik medali enggan dirinya sebutkan.

Mendengar kabar tersebut, legenda Persib Yudi Guntara buka suara. Bahkan Yudi mengaku dibuat bertanya-tanya pula siapa sosok mantan pemain Persib yang menjual medali tersebut. 

"Saya pengin tahu dulu kepastiannya yang menjual itu melalui siapa? Apa dari orang yang menjualnya (langsung)? Sama (tinggal) di mana Bandung atau di Luar Bandung?" tanya Yudi saat berbicang dengan ayobandung.com, Senin (29/7/2019).

Pasalnya, Yudi yang menjadi bagian skuat Persib Bandung saat menjadi juara di Liga Indonesia pertama musim 1994/1995 juga mengaku dirinya dan sesama mantan pemain musim 1994/1995 bertanya siapa sosok tersebut.

AYO BACA : Terjal Persib Sebelum Akhiri Putaran I

"Ya itu juga kita sempat tahu berita itu. Kita mantan-mantan 1994/1995  juga sempat menganalisa (siapa) mantan-mantan pemain yang menjual medali Itu," ujarnya.

Maklum, Yudi cukup menyayangkan terjadi kondisi mantan pemain yan sampai terpaksa menjual bukti kejayaan sang pemain di masa lalu. Namun menilik situasi ini, faktor desakan ekonomi diprediki jadi penyebab utama yang membuat sang mantan pemain rela menjual medalinya.

"Iya (sayang kenang-kenangan masa berjaya harus dijual)," ujarnya.

Diketahui, di kasta tertinggi turnamen sepak bola di Indonesia, kompetisi yang telah dimulai pada 1931, Persib berhasil keluar menjadi juara pada Divisi Utama PSSI 1989-1990 setelah mengalahkan Persebaya Surabaya. 

Persib Bandung yang kala itu masih bernama BIVB Bandung menang dengan skor 2-0 di babak final yang digelar di Stadion Senayan, Jakarta, pada 11 Maret 1990. Saat itu mantan pelatih Persib, Djajang Nurdjaman, menjadi salah satu pemainnya.

Sementara di Divisi Utama PSSI 1983, Persib Bandung keluar sebagai runner-up setelah dikalahkan PSMS Medan dalam adu penalti dengan skor 3-2. Babak final digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 10 November 1983.

Persib juga berhasil menjadi runner-up dalam Divisi Utama PSSI 1984. Saat itu Persib kembali dikalahkan oleh PSMS Medan lewat adu penalti dengan skor 4-3. Babak final pertandingan tersebut digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 23 Februari 1985. 

AYO BACA : Bojan Malisic dan Ikatan Emosional Stadion GBLA

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar