Yamaha

Mahasiswa Kanada Ciptakan Vakum untuk Sedot Mikroplastik di Pantai

  Sabtu, 27 Juli 2019   Fira Nursyabani
Mahasiswa teknik mesin dari Universitas Sherbrooke di Quebec, Kanada, menciptakan vakum untuk menyedot mikroplastik di pasir pantai. (Sumber: positivetruenews.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pantai dan laut di pulau-pulau seluruh dunia saat ini sudah dibanjiri sampah plastik mulai dari ukuran besar sampai kecil. Jutaan sampah plastik berukuran mikro juga tersebar, yang sangat mustahil untuk diambil dari pasir.

Namun penemuan mengejutkan diperkenalkan oleh 12 mahasiswa teknik mesin dari Universitas Sherbrooke di Quebec, Kanada. Mereka menciptakan penyedot debu khusus untuk mikroplastik di pasir pantai yang disebut Hoola One. Pada awalnya penemuan ini merupakan sebuah tugas kuliah.

Dilansir di positivetruenews.com, Kamis (26/7/2019), Salah satu penemu Hoola One, Sam Duval mengatakan kepada Radio Publik Hawaii bahwa ia dan teman-teman sekelasnya terinspirasi dari video Pantai Kamilo di tenggara Hawaii yang disebut sebagai tempat paling kotor di bumi. Pantai ini juga secara tragis disebut "Pantai Sampah."

Sampah di pulau ini 90% di antaranya adalah sampah plastik dari Great Pacific Garbage Patch. Plastik mampu melepaskan racun karsinogenik dan bahan kimia laut. Sementara puing-puing plastik yang membahayakan dapat membunuh satwa dalam laut.

Seperti halnya penyedot debu, Hoola One dioperasikan dengan menggunakan selang untuk menyedot dan mikroplastik yang tersedot disimpan ke dalam tangki besar berisi air. Setelah tersedot, mikroplastik akan mengapung ke atas air dan pasirnya akan tenggelam ke dasar sehingga pasir itu bisa dikembalikan ke pantai.

Menurut PBB,  polusi laut telah mencapai proporsi yang sangat besar sehingga diperkirakan 100 juta ton plastik sekarang dapat ditemukan di lautan dunia. Menurut sebuah laporan Forum Ekonomi Dunia 2016 di Davos, Swiss, pada 2050 diperkirakan sampah plastik di lautan akan melebihi jumlah ikan di dalamnya.

Namun, dengan adanya penemuan baru seperti Hoola One, kecerdikan manusia diharapkan dapat membersihkan kekacauan besar yang menumpuk di pantai-pantai di seluruh dunia itu. (Nadiah Hamdan)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar