Yamaha Mio S

Kekeringan Sebabkan 700 Hektar Padi di Kabupaten Cirebon Puso

  Sabtu, 27 Juli 2019   Erika Lia
Ilustrasi (Pixabay)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM--Setidaknya 700 hektar tanaman padi di Kabupaten Cirebon gagal panen (puso) sebagai terdampak minimnya debit air selama musim kemarau tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Effendi menyampaikan, total luas tanaman padi pada musim gadu 2019 di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 42.000 hektar. Dari jumlah itu, 1.200 hektar kekeringan dengan skala ringan hingga berat.

"Sekitar 700 hektar kini puso," ujarnya.

Padi yang puso tersebar di wilayah-wilayah dengan pengairan tadah hujan, di antaranya Kecamatan Greged, Lemahabang, Losari, dan Karangwareng.

Selain tanaman yang sudah kekeringan, sedikitnya 3.000 hektar padi terdata pihaknya berada dalam ancaman kekeringan. Bila tak beroleh pasokan air yang cukup, tanaman ini pun akan kekeringan.

Dia tak menampik, lahan yang puso menyebabkan produksi padi di Kabupaten Cirebon berkurang. Hanya, dia mengklaim, pengurangan produksi tak signifikan.

"Pengaruhnya kecil ke produksi padi karena wilayah-wilayah yang mengalami puso itu bukan potensi tanaman padi," ungkapnya.

Pihaknya pub berharap, wilayah lain di Kabupaten Cirebon yang tak mengalami kekeringan dapat mencapai produksi padi yang tinggi. Karenanya, pihaknya akan terus memantau pasokan air agar tanaman tak mengalami kekeringan.

Sejauh ini, lanjutnya, tanaman padi di wilayah-wilayah yang tak mengalami kekeringan berusia rata-rata 15-60 hari. Di sejumlah wilayah bahkan sudah ada yang panen, dengan rata-rata produksi 6,4 ton/hektar.

"Kami akan terus pantau pasokan air, ini yang penting," janjinya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar