Yamaha Mio S

Selama Puluhan Tahun Owa Jawa Menghilang dari Cagar Alam Patengan

  Kamis, 25 Juli 2019   Mildan Abdalloh
Owa Jawa (Hylobates moloch) di Kawasan Cagar Alam Situ Patengan, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Kamis (25/7/2019). (Kavin/ayobandung)

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM -- Kawasan Cagar Alam Patengan mempunyai luas lebih kurang 180 hektare. Di Kawasan tersebut hidup pelbagai jenis hewan, sepeti primata salah satunya adalah owa jawa.

Namun seiring perkembangan zaman, owa jawa di kawasan Cagar Alam Patengan tersisih bahkan nyaris tidak terlihat.

"Informasi, terakhir masyarakat mendengar suara owa jawa di Cagar Alam Patengan itu pada tahun 1980-an," ujar Kepala  Perawat Satwa The Aspinall Foundation Sigit Ibrahim saat pelepasliaran sepasang owa jawa di Cagar Alam Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Kamis (25/7/2019).

Sigit mengatakan, selama puluhan tahun keberadaan owa jawa di Cagar Alam Patengan seolah menghilang. Salah satu penyebabnya adalah tersisihkan oleh aktivitas manusia. Padahal dari sisi ketersediaan makanan, dengan luar kawasan mencapai 180 hektare, Cagar Alam Patengan mampu menyediakan suplai makanan cukup bagi primata.

"Mungikin karena Patengan ini dikelilingi kebun teh," ujarnya.

Seiring berkembangnya perkebunan teh dan juga pemukiman manusia, dimungkinkan primata yang sempat menghuni Cagar Alam Patengan memilih menjauh dari keramaian manusia.

"Pembukaan lahan perkebunan teh dan pemukiman manusia dimungkiinkan membuat owa jawa terdesak dan kemudian menghilang," katanya.

Kawasan Cagar Alam Patengan kata Sigit pada zaman dulu terhubung dengan koridor hutan lainnya seperti Cagar Alam Gunung Tilu dan Hutan Lindung Kanaan, sehingga owa jawa dimungkinkan lari ke hutan-hutan tersebut yang sama-sama baik untuk habitat primata.

Dengan dilepasliarkannya sepasang owa jawa, diharapkan Cagar Alam Patengan kembali mempunyai "penduduk asli" yang dulu sempat terusir.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar