Yamaha NMax

Diadang Potensi Gelombang Tinggi, Nelayan Kota Cirebon Nekat Melaut

  Kamis, 25 Juli 2019   Erika Lia
Sejumlah perahu tertambat di kampung nelayan Samadikun, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Kamis (25/7/2019).(Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM--Gelombang tinggi di laut masih berpotensi terjadi di laut. Namun, nelayan di Cirebon tetap nelat melaut.

Gelombang tinggi disebabkan tiupan angin kencang yang melanda wilayah Cirebon sejak awal kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, kecepatan maksimum angin dari tenggara hingga selatan mencapai 48 km/jam.

Meski begitu, sejumlah nelayan tradisional di Kota Cirebon tetap berangkat melaut. Mereka rata-rata tak mempedulikan imbauan BMKG terkait potensi gelombang tinggi di laut lepas.

Salah satu nelayan di kawasan pesisir Samadikun Selatan, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Suhadi menganggap situasi yang dihadapinya normal.

"Kami, para nelayan sih nggak takut karena sehari-hari juga begitu. Sudah biasa," katanya.

Dia tak menampik angin kencang saat ini membuat gelombang di laut mencapai ketinggian sekitar lebih dari satu meter. Namun, di tak mencemaskan kondisi itu, apalagi angin kencang tak memengaruhi hasil tangkapannya, bahkan terbilang melimpah.

"Saya biasanya dapat 20-30 kilogram udang atau ikan," katanya.

Senada, nelayan di Samadikun lainnya, Sopyan mengakui, cuaca sebenarnya terhitung buruk untuk melaut. Tapi, dia tetap berangkat menjaring ikan dengan alasan ekonomi.

"Saya nggak ada pilihan lain, daripada nggak bisa makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari," tuturnya.

Sekalipun mengaku tak khawatir dengan potensi gelombang tinggi, para nelayan pun berharap cuaca segera membaik agar tak lagi mencemaskan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar