Yamaha Lexi

Cak Imin Setuju Koalisi Jokowi Tak Tambah Partai Baru

  Rabu, 24 Juli 2019   Fira Nursyabani
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (tengah) berbincang dengan dewan pengurus pusat (DPP) lainnya ketika meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa (2/7/2019). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan setuju terhadap wacana agar Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Jokowi-Ma'ruf tidak menambah partai baru dalam koalisi.

AYO BACA : Ini Rangkuman Usulan Menteri untuk Jokowi versi Boxpol Venter

"Ya saya setuju jika KIK tidak menambah partai baru," kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini usai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-21 PKB di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (23/7) malam.

AYO BACA : PAN Ingin Masuk Koalisi Jokowi-Ma'ruf Tanpa Syarat

Ia juga mengkonfirmasi pertemuan ketua umum empat partai politik anggota KIK, di Jakarta, Selasa (23/7/2019). Mereka adalah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, serta Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

Menurut Cak Imin, partai politik anggota KIK sudah banyak. KIK memiliki kursi di DPR RI periode 2019-2024 sebanyak 60,7 persen. "Ya kita akan bareng-bareng. Kalau kebersamaan ini bisa berjalan kita tetap bersama. Butuh waktu untuk sosialisasi bersama," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate, yang turut hadir pada pertemuan keempat ketua umum partai politik anggota KIK tersebut mengatakan, empat ketua umum partai politik yang bertemu membuat kesepakatan untuk tidak menambah partai baru dalam koalisi.

"Empat partai anggota koalisi sama sekali belum tahu apa manfaat bertambahnya partai koalisi. Karena itu, tidak terbersit untuk menambah partai baru ke dalam KIK," katanya.

AYO BACA : Lieus Minta Amien Rais dan Prabowo Jemput Habib Rizieq

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar