Yamaha

Polri: Anggota Brimob Diberi Sanksi Disiplin Terkait Kekerasan 22 Mei

  Rabu, 24 Juli 2019   Fira Nursyabani
Personel Brimob membantu pasukan oranye membersihkan sampah pasca aksi 22 mei yang berakhir ricuh di jalan MH Thamrin pasca aksi 22 mei yang berakhir ricuh, Jakarta, Kamis (23/5/209) dini hari. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Polri mengklarifikasi perihal video rekaman tindak kekerasan anggota Brimob terhadap pelaku kericuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta. Dalam klarifikasi yang ditujukan ke Komnas HAM itu, Polri menegaskan anggota-anggota Brimob tersebut telah dijatuhi sanksi disiplin.

"Sudah kami klarifikasi ke Komnas HAM bahwa para anggota Brimob tersebut telah diberikan sanksi disiplin. Dan Komnas HAM bisa memahami itu," kata
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Asep menyebutkan bahwa para anggota Brimob yang terlibat telah diberi hukuman kurungan 21 hari. Hukuman tersebut mempengaruhi karir anggota Brimob tersebut.

AYO BACA : Komnas HAM Sulit Selidiki Kematian Seorang Korban Kerusuhan 22 Mei

"Hukuman disiplin itu bukan cuma ditempatkan (dikurung) tapi juga jadi catatan personel, akan mempengaruhi karir dia, jabatan, pangkat, (kemungkinan) sekolah," katanya.

Sebelumnya, Komnas HAM memperlihatkan video kekerasan anggota Brimob kepada Polri. Video tersebut berisi rekaman sejumlah anggota Brimob melakukan kekerasan terhadap para perusuh pada 21-22 Mei 2019 yang terjadi di beberapa lokasi.

Asep mengatakan pihaknya telah menjelaskan kronologi kekerasan yang dilakukan oleh anggota Brimob tersebut kepada Komnas HAM. "Pada video kekerasan di depan Kedutaan Spanyol, anggota melakukannya (kekerasan) karena perusuh melanggar aturan yang telah ditetapkan dan melakukan penyerangan,” kata Asep.

AYO BACA : Polri Jelaskan Ciri Penembak Korban Tewas Ricuh 22 Mei

Di video lainnya yang menunjukkan adanya kekerasan yang dilakukan anggota Brimob terhadap petugas medis, Asep mengatakan hal itu disebabkan di mobil ambulans ditemukan batu dan alat-alat untuk melakukan kekerasan.

"Kalau yang dilakukan terhadap petugas medis, itu karena anggota menemukan adanya batu di dalam ambulans," katanya.

Untuk video kekerasan yang terjadi di kawasan Petamburan, dilakukan karena perusuh terbukti melakukan perusakan dan penyerangan di Asrama Brimob Petamburan. Video itu sengaja direkam oleh anggota Brimob lainnya sebagai bukti bahwa pelaku penyerangan Asrama Brimob telah ditangkap.

"Itu yang merekam anggota Brimob juga. Mereka merekam untuk bukti kepada penghuni di asrama bahwa pelaku telah tertangkap. Karena warga di Asrama Brimob itu resah akibat penyerangan tersebut," katanya. 

AYO BACA : Penembak Korban Tewas Aksi 22 Mei Gunakan Senjata Nonorganik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar