Yamaha Mio S

PAN Ingin Masuk Koalisi Jokowi-Ma'ruf Tanpa Syarat

  Selasa, 23 Juli 2019   M. Naufal Hafizh
Anggota Fraksi PAN DPR RI Bara Hasibuan. (ANTARA/Imam B)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menegaskan, partainya ingin bergabung menjadi koalisi Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin tanpa memberikan syarat apa pun.

Menurut dia, PAN menghormati Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang Pemilu Presiden 2019 dan mendapatkan mandat dari rakyat Indonesia.

AYO BACA : Partai Koalisi Sudah Berikan Daftar Calon Menteri

"Posisi PAN ingin bergabung tanpa ada persyaratan, karena kami menghormati Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang Pilpres 2019. Mereka mendapatkan mandat dari rakyat yang menilai lebih baik memimpin Indonesia lima tahun ke depan," kata Bara, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Dia menegaskan, Indonesia menganut sistem presidensial, sehingga presiden memiliki hak prerogatif untuk membentuk kabinet dan menempatkan orang di posisi kursi menteri sebagai pembantu presiden.

AYO BACA : PKS Akan Tentukan Sikap Lewat Majelis Syura, Seandainya Gerindra Merapat ke Koalisi

Oleh karena itu, menurut dia, hak presiden terpilih apabila menginginkan agar partai politik lain gabung dalam pemerintahan agar lebih kuat dan tidak masalah ketika menilai tidak butuh adanya penambahan partai dalam koalisi.

"Jadi, kami sadar dengan kenyataan tersebut, dan kami tidak mengajukan syarat apa-apa. Ide power sharing 55-45 itu bertentangan dengan sistem presidensial," ujarnya lagi.

Menurut dia, ide power sharing 55-45 persen suara itu atas nama kelompok, sedangkan koalisi BPN Prabowo-Sandi sudah dibubarkan.

Bara mengatakan, PAN benar-benar ingin bergabung untuk membantu Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, membantu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia serta melaksanakan janji kampanye.

AYO BACA : JK: Negeri ini Perlu Keseimbangan Koalisi dan Oposisi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar