Yamaha NMax

BMKG Siapkan Teknologi Deteksi Sejalan dengan Revolusi Industri 5.0

  Senin, 22 Juli 2019   M. Naufal Hafizh
BMKG.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengatakan, BMKG sedang menyiapkan lompatan inovasi yang sejalan dengan tahapan revolusi industri 5.0 atau inovasi 5.0.

"Inovasi tersebut akan diperkuat dengan mengintegrasikan human senso' berbasis crowd technology ke sensor teknis yang telah terbangun dalam inovasi 4.0," kata Rita dalam keterangan tertulis, Senin (22/7/2019).

AYO BACA : Ini Penjelasan BMKG soal Besarnya Potensi Gempa di Selatan Jawa

MeresponS Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG), dia mengatakan dalam pengembangan inovasi 5.0 itu kearifan dan budaya lokal yang relevan akan tetap diintegrasikan dalam setiap langkah inovasi sesuai perkembangan.

Inovasi 5.0 yang disiapkan saat ini, kata dia, juga akan dilengkapi dengan hasil kajian beberapa anomali kegempaan seperti yang terjadi di Lombok, Palu, dan Selat Sunda.

AYO BACA : BMKG: Perlu Mitigasi Gempa Magnitudo 8,8 Jawa bagian Selatan

Dengan layanan inovasi 5.0, dia berharap keselamatan jiwa dan lingkungan dapat lebih terjamin. Selain itu, kesejahteraan masyarakat seluruh Indonesia dapat lebih terbangun secara merata.

Sementara itu, dia mengatakan, dari teknologi BMKG saat ini mampu menganalisis dan memverifikasi data gempa bumi dan potensi tsunami dalam waktu kurang dari lima menit. Seluruh informasi tersebut disebarluaskan melalui saluran-saluran komunikasi yang tersedia dalam hitungan detik.
Saat ini, kata dia, BMKG sendiri dipercaya sebagai penyedia layanan tsunami untuk memberikan informasi peringatan dini tsunami untuk 28 negara di Kawasan Samudera Hindia.

Rita mengatakan, BMKG juga telah menyediakan berbagai informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang cepat, tepat, akurat, dan berkelanjutan dengan format digital yang didukung megadata analitik dan sistem kecerdasan artifisial.

Dari teknologi terapan itu, dia mengatakan, distribusi data BMKG dibutuhkan oleh setidaknya 12 sektor penting yakni transportasi, pembangunan infrastruktur, pertanian dan kehutanan, kelautan dan perikanan, tata ruang, kesehatan, pariwisata, pertahanan keamanan, sumber daya air, sumber daya energi dan pertambangan, industri serta penanggulangan bencana.

"Megadata analitik diperlukan untuk memproses secara kekinian, super cepat dan otomatis seluruh data observasi dari 179 stasiun BMKG dan 42 radar cuaca di seluruh wilayah Indonesia," kata dia.

AYO BACA : BMKG Imbau Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Indonesia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar