Yamaha Aerox

Alat Penjernih Air Sederhana untuk Krisis Air Bersih

  Senin, 22 Juli 2019   Dede Nurhasanudin
Masyarakat Kampung Sindangreret Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, memanfaatkan air bekas galian yang telah disaring oleh alat yang dibuat Sudar, Senin (22/7/2019). (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Dampak musim kemarau panjang membuat sejumlah masyarakat di Kabupaten Purwakarta mengalami krisis air bersih. Bahkan kondisi itu membuat sebagian warga di Kampung Sindangreret, Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, memanfaatkan air keruh dari kubangan bekas galian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Atas kondisi itu, salah seorang warga setempat kemudian berinisiatif membuat inovasi untuk menjernihkan air. Dia membuat sebuat alat sehingga air yang tadinya kotor menjadi layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Pencetus inovasi penjernih air itu adalah Sudar (53).

"Munculnya ide untuk menjernihkan air karena terketuk untuk ikut peduli membantu warga yang kesulitan air bersih," ujar Sudar saat ditemui ayopurwakarta.com, Senin (22/7/2019).

AYO BACA : Terimbas Kemarau, Operasi Air Mancur Sri Baduga Diliburkan Sementara

Alat yang dibuatnya sangat sederhana, karena untuk menyaring air kotor hanya membutuhkan bahan-bahan bekas seperti kain spanduk, umbul-umbul, kaos, busa, dan paralon.

Cara kerjanya pun cukup sederhana, yaitu air keruh yang menggenang di kubangan disaring terlebih dahulu menggunakan tabung yang telah dililit kain spanduk, kemudian air disedot ke dalam tanki penampung dengan menggunakan mesin pompa. Setelah itu, air yang telah bersih disalurkan lewat keran air.

"Alat ini digunakan untuk menjernihkan air limbah habis cuci dan mandi, sehingga air yang telah dipakai tidak terbuang karena diolah kembali," terang pria yang akrab disapa Abah Kolam itu.

AYO BACA : Lindungi Mata Air, Pemkab Purwakarta Siap Beli dari Warga

Sementara itu, Kepala Desa Batu Tumpang Dadang Rustiawan mengatakan, masyarakat di sini sangat terbantu dengan hadirnya alat penjernih air yang dibuat oleh Abah Kolam sehingga saat ini masyarakat bisa menggunakan air yang layak pakai.

"Sangat mengapresiasi dan berterimakasih, sekarang masyarakat tidak lagi menggunakan air kotor untuk kebutuhan mencuci dan mandi. Sekarang warga menggunakan air yang sudah jernih, "ujar Dadang.

Melihat warganya antusias memanfaatkan air yang sudah jernih tersebut, Dadang mengharapkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta memberi bantuan untuk menyiapkan tempat fasilitas umum berupa kamar mandi dan mencuci agar warga lebih nyaman menggunakan tempat tersebut.

"Ini, kan, tempatnya masih darurat untuk mandi dan mencuci pakaian, termasuk alat penjernihnya hanya bersifat bantuan sementara dari Abah Kolam, untuk menghadapi krisis air bersih kami berharap Pemerintah Purwakarta memberi bantuan, " ujarnya.

AYO BACA : KLHK Minta Pemulihan Rawa Kalimati Disegerakan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar