Yamaha NMax

China Tertarik Pelajari Sistem Minapadi Indonesia

  Minggu, 21 Juli 2019   Dadi Haryadi
Delegasi dari FFRC China yang berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari sistem minapadi. (Dokumentasi Kementerian Kelautan dan Perikanan)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan delegasi dari Pusat Riset Perikanan Air Tawar China (FFRC) tertarik dan telah mempelajari sistem minapadi yang telah memberikan keuntungan ganda bagi petani di Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto menyampaikan apresiasi yang besar kepada delegasi dari FFRC yang telah menaruh perhatian yang besar terhadap minapadi di Indonesia.

Menurut Slamet, minapadi yang merupakan gabungan antara lahan produksi perikanan di sawah pertanian, telah menjadi salah satu kegiatan prioritas KKP sejak 2016.

AYO BACA : Waspada Kekeringan, IPB Ingatkan Petani Padi

Delegasi dari China sebanyak 7 orang yang berasal dari Freshwater Fisheries Research Center of Chinese (FFRC) yang melihat langsung kegiatan minapadi di Sukoharjo yang merupakan percontohan minapadi dari KKP pada 15 - 17 Juli lalu, serta berdiskusi langsung dengan petani minapadi setempat.

Sebelumnya, Indonesia menjadi percontohan di dunia untuk sistem minapadi, serta menjadi rujukan FAO untuk wilayah Asia Pasifik.

Hingga 2018, KKP sudah mengembangkan percontohan minapadi di lahan seluas 580 hektare dan menyebar di 26 kabupaten di Indonesia.

AYO BACA : Garut Kembangkan Benih Padi Inpari yang Tahan Hama

Untuk tahun 2019, KKP akan mengembangkan lagi di lahan seluas 400 ha yang menyebar di berbagai daerah serta menggandeng Kementerian Pertanian untuk menjadikan minapadi sebagai kegiatan prioritas.

Minapadi kita jadikan kegiatan prioritas karena beberapa keunggulannya, diantaranya mampu menghasilkan padi organik dengan peningkatan hasil panen padi 2-3 ton serta pendapatan tambahan pendapatan dari ikan minimal 1 ton ikan per hektar. Selain tambahan pendapatan hingga 40 persen, keuntungan lainnya adalah pada saat proses produksi padi tidak menggunakan pestisida, serta minim dalam penggunaan pupuk, katanya, seperti dikutip dari Antara, Minggu (21/7/2019).

Dia juga mengutarakan rasa bangganya karena Indonesia dapat menjadi lokasi studi banding oleh negara China yang terkenal maju di bidang akuakultur serta menjadi produsen akuakultur nomor satu di dunia.

Slamet mengemukakan, Indonesia berkomitmen untuk menjadikan minapadi sebagai program prioritas yang turut mendukung program ketahanan pangan nasional, bahkan diperhitungkan dalam memberikan kontribusi pemenuhan kebutuhan pangan global.

Saat ini, lanjutnya, minapadi tidak hanya diandalkan untuk mencukupi kebutuhan ikan nasional atau ketahanan pangan, namun telah berkembang dan dimanfaatkan sebagai lokasi agrowisata yaitu pariwisata berbasis penggunaan lahan pertanian atau perikanan untuk menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Agrowisata minapadi telah berkembang di beberapa daerah seperti di Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, Tabanan Bali, Desa Cikarutug Kecamatan Cireunghas, Sukabumi, Jawa Barat dan di Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Daerah-daerah itu dapat menjadi contoh bagaimana pengelolaan kawasan minapadi dapat menggerakkan sektor lain seperti wisata dan edukasi, ucapnya.

AYO BACA : Mengenal Bertani Sambil Berwisata di Kampung Budaya Pandanwangi Cianjur

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar