Yamaha Aerox

6 Festival Mengejutkan di Asia

  Minggu, 21 Juli 2019   Dadi Haryadi
Festival Hokkai Heso Matsuri. (ohmatsuri.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Menikmati festival di negara asing adalah pengalaman yang tak terlupakan. Membicarakan hal tak terlupakan yang didapatkan di luar negeri, beberapa festival menakjubkan dan tak dapat dipercaya mungkin menjadi salah satunya. 

Berikut 6 festival yang dirayakan di Asia, dikutip dari nowboarding.changiairport.com, Minggu (21/7/2019) :

1. Festival Hokkai Heso Matsuri

Setiap bulan Juli, Kota Furano yang tenang menjadi ramai dengan pertunjukkan perut yang dicat. Pertunjukkan ini dinamakan Hokkai Heso Matsuri yang terlihat seperti kartun Jepang yang aneh. 

Hokkai Heso Matsuri dimulai sejak tahun 1969 sebagai usaha untuk menyatukan orang-orang dengan mengumpulkan mereka di Furano. Dikenal sebagai "belly button" Hukkaido. Ribuan orang melukis wajah pahlawan tradisional di perutnya (belly button). Selain pahlawan super Kabuki (karakter teater tradisional) orang juga melukis karakter lain di perutnya untuk berpartisipasi dalam tarian. Festival ini berlokasi di Kota Furano, Hokkaido, Jepang.

2. Festival Cheung Chau Bun

AYO BACA : 6 Festival Dunia yang Tak Boleh Dilewatkan

Jika berlibur ke Hong Kong pada bulan Mei maka Anda akan melihat pemandangan yang unik. 12 Orang peserta akan memperebutkan menara setinggi 18 meter yang dilapisi roti dan berlomba mengumpulkan roti sebanyak mungkin.

Lomba ini hanya berlangsung selama tiga menit, tapi dapat diingat seumur hidup. Ternyata roti yang diperebutkan adalah roti mainan. Hal ini bertujuan untuk menghemat makanan. 

Festival ini mungkin membuat pengunjung lapar, dan roti sungguhan dengan topping wijen dan selai kacang merah dapat dibeli di toko terdekat. Roti ini dinamakan kue keberuntungan dan ditulis dalam karakter Cina dibaca "ping an" yang berarti perdamaian, karena festival ini melambangkan perdamaian dan kesehatan. Hal ini menjadi tradisi bagi penduduk setempat. Festival ini berlokasi di Cheung Chau Island, Hong Kong.

3. Festival Songkran

Perang air atau festival songkran adalah perayaan terbesar yang terkenal di Thailand. Festival ini dirayakan sebagai tanda dimulainya tahun tradisional baru di Thailand pada bulan April. Terkena air dianggap pertanda baik untuk memulai tahun baru. Penduduk setempat tidak tanggung-tanggung untuk mencapai sebuah keberuntungan, bahkan jika mereka mengeluarkan senapan air turbo, ember besar dan selang air taman yang diarahkan ke jalan-jalan.

Festival perang air ini berlangsung 5km di sepanjang jalan Silom. Kerumunan orang yang sedang berjoget dengan aliran musik rock akan terasa seperti di pesta pantai. 

AYO BACA : Asia Afrika Festival 2019 Akan Dimeriahkan 19 Negara

4. Festival Boryeong Mud

Pergilah ke Boryeong untuk melihat festival terbesar sepanjang tahun. Pesta lumpur ini berlangsung di tepi pantai setiap bulan Juli. Pasir halus di pantai Daecheon berubah menjadi kubangan lumpur besar dan dipakai untuk berbagai kegiatan seperti seluncuran, pemandian, rintangan dan bahkan pijat lumpur. 
Awalnya hanya untuk mempromosikan kosmetik lumpur Boryeong, tapi berlanjut dan berkembang menjadi pesta musim panas dimana pengunjung lokal dan internasional bertemu dan bersenang-senang bersama. Festival ini berlangsung di pantai Daecheon, Boryeong, Korea Selatan.

5. Festival Thimithi

Berjalan di atas api ternyata bukan hanya mitos. Sekitar 4000 umat hindu di kuil Sri Marimman Singapura berjalan diatas arang yang terbakar. Acara ini berlangsung setiap tahun pada bulan Oktober atau November, seminggu sebelum Deepavali. Festival ini dirayakan oleh komunitas India Selatan di Seluruh dunia. Thimithi adalah upacara yang diadakan untuk menghormati Dewi Hindu Draupadi. 

Dengan melakukan ritual ini setiap tahun maka akan mendapat keberkahan dari Dewi Hindu Draupadi. Cedera sangat jarang terjadi karena mereka percaya bahwa  keimanan dapat melindungi mereka dan festival ini akan terus belanjut.

6. Festival Vegetarian

Membayangkan Phuket hanya dengan pohon palem dan pantai tropisnya itu adalah kesalahan besar. Festival ini sangat mengejutkan di Asia karena orang menusuk pipinya dengan tusuk sate, pisau, senjata bahkan dengan benda yang besar seperti payung dan alat musik. Lalu mereka melangsungkan prosesi religius ini di jalanan. 
Orang yang mengimani hal ini percaya bahwa kemurnian iman para dewa akan melindungi mereka dari ketakutan dan kehilangan darah. Selama acara berlangsung, mereka menghindari alkohol, daging, dan hubungan seksual. Festival ini berlangsung di Phuket, Thailand. (Sofa Marwati/Magang)

AYO BACA : Yuk, Makan Bakso Sepuasnya di Festival Baso Juara

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar