Yamaha Aerox

Omzet Pedagang Teras Cihampelas Terus Menurun, Pemkot Upayakan Aktivasi

  Minggu, 21 Juli 2019   Nur Khansa Ranawati
Teras Cihampelas. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Sekitar dua tahun lalu, Pemerintah Kota Bandung merelokasi para Pedang Kaki Lima (PKL) sepanjang area wisata Cihampelas ke atas Teras Cihampelas. Teras berkonsep 'skywalk' tersebut dijadikan salah satu ikon wisata Kota Kembang.

Pada awal kemunculannya, Teras Cihampelas mengundang banyak antuasisme warga. Para pedagang yang sempat berkeberatan nampak mulai kerasan. Tak perlu lagi waswas, lapak mereka kini telah berdiri legal.

Namun, kini pesona Teras Cihampelas telah memudar. Kondisinya tidak seasri dulu, dengan tanaman-tanaman di sepanjang teras kering tak terurus. Bangku dan kursi yang terbuat dari batu tersebut pun nampak kumuh minim perawatan. Para pedagang juga memasang terpal biru secara swadaya di atas atap kios mereka agar dapat berteduh dari hujan dan panas. 

Tak hanya fasilitas yang nampak kurang terawat, para pedagang pun kini mengeluhkan omzet mereka yang terus menurun dari tahun ke tahun pascarelokasi. Bahkan, sejumlah pedagang memilih untuk tak lagi berjualan di sana. Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, hampir separuh kios pakaian kini telah ditutup. Kios yang masih cukup ramai ada di bagian kuliner--meski terpantau tak seramai pada masa awal berdiri.

AYO BACA : Menyusuri Skywalk Teras Cihampelas Bandung

Seperti yang dialami Rukmana, misalnya. Pria paruh baya penjual sweater dan jaket tersebut mengaku omzet berkurang lebih dari setengahnya bila dibandingkan dengan masa-masa sebelum relokasi.

"Waktu di bawah sih sehari bisa laku 5 sampai 10 potong, mungkin terbantu yang lalu-lalang enggak susah naik (tangga). Setelah di teras kadang laku satu atau dua, kadang juga enggak jual," ungkapnya belum lama ini.

"Ya mungkin sudah nasib pedagang kaki lima, walaupun direlokasi tempatnya enak dan legal tapi ya menderita juga tahun-tahun sekarang mah," lanjutnya.

Hal serupa juga dialami salah seorang pedagang bakso di kios bagian kuliner, Widia. Dia mengaku, pada masa-masa awal Teras Cihampelas diresmikan, omzetnya per-hari bisa mencapai Rp7 juta rupiah.

AYO BACA : Perbaikan Teras Cihampelas Tahap 2 Terbengkalai

"Tapi sekarang mah dapat Rp500.000 juga udah bela-belain banget sampai malam," ungkapnya.

Dia mengatakan, beberapa kios kuliner lainnya memilih pindah ke tempat lain, meskipun tak jarang juga yang memilih bertahan meski omzet berkurang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana mengatkan keadaan tersebut harus dipancing dengan aktivasi kegiatan yang dapat menarik kembali antusiasme warga untuk mengunjungi Teras Cihampelas.

"Seharusnya sih pemerintah kota bisa bantu beri stimulan kegiatan supaya ada aktivitas yang memancing orang hadir, seperti kegiatan seni budaya atau apapun," ungkapnya ketika ditemui di depan ruang kerjanya baru-baru ini.

Dirinya mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung untuk merumuskan kegiatan yang dapat mengaktivasi kembali Teras Cihampelas. 

"Memang harus kreatif sih, saya juga akan minta ke teman-teman Disbudpar soal kegiatan apa yang bisa menarik calon pengunjung. Itu kan pemkot yang memindahkan, maka pemkot juga yang punya kewajiban bantu mereka meningkatkan penjualannya," pungkasnya.

AYO BACA : Jokowi Apreasiasi Pembangunan Teras Cihampelas

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar