Yamaha NMax

Cerita Arga, Si Ranking 'Bontot' Jadi Mahasiswa Berprestasi Nasional

  Minggu, 21 Juli 2019   Nur Khansa Ranawati
Mahasiswa Berprestasi Nasional 2018 Arga Putra Panatagama . (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Alumnus Ilmu Komuputer Institut Pertanian Bogor (IPB) 2015 Arga Putra Panatagama, mungkin tidak pernah menyangka bahwa suatu saat dirinya bakal menyandang gelar Mahasiswa Berprestasi Nasional 2018. Pasalnya, saat duduk di bangku SMA, dirinya menempati ranking 'bontot' di kelas.

Betapa tidak, dari 38 siswa, dirinya mendapat peringkat ke-35. Setelah itu, Arga juga sempat mundur dari tanggung jawabnya sebagai ketua pentas seni sekolah pada 3 bulan sebelum acara berlangsung. Masuk ke masa-masa awal jenjang perkuliahan, Arga kemudian menggambarkan dirinya sebagai sosok mahasiwa 'kupu-kupu'.

"Pas masuk kuliah juga sempat jadi mahasiswa yang kupu-kupu, alias kuliah-pulang-kuliah-pulang. Selain itu juga oportunis banget, ikut hal yang bisa menguntungkan diri sendiri aja," ungkapnya ketika ditemui seusai mengisi acara Bandung Education Festival di hotel Arion Swiss Bell Bandung, Minggu (21/7/2019).

Namun, dia mengatakan, semua hal tersebut lama-kelamaan pudar dan dapat berubah seiring dengan pertemuannya dengan teman sekamarnya yang dideskripsikan sebagai orang yang gemar berbagi. Arga kemudian memutuskan untuk bergabung dengan kepanitiaan ospek kampus IPB yang mengubah perspektifnya dalam memandang perkuliahan juga kehidupan.

"Akhirnya dari banyak ngobrol dengan teman saya itu, saya masuk ke lingkungan dia dan pikiran saya terbuka. Setelah itu ikutan panita ospek IPB dimana saya jadi tim inti pemecahan rekor dunia 2016," ungkapnya.

Proses berkegiatan dalam kepanitiaan tersebut, dia mengatakan, berhasil membantu dirinya yang cenderung hanya gemar melakukan sesuatu demi kepentingan pribadi, menjadi orang yang 'people-oriented' alias banyak berfokus pada kepentingan bersama.

Semangatnya dalam memberi kebermanfaatan bagi sesama itulah yang mendorongnya mengikuti proses seleksi Mahasiswa Berprestasi Nasional. Dia mengaku, tidak berambisi pada peraihan gelar dan prestasi akademik semata, namun berfokus memberi kontribusi pada sebayanya.

"Saya baru mempersiapkan diri ikut mawapres itu selama satu tahun, padahal idealnya tiga tahun Saya punya tujuan yang benar, yaitu bukan mengejar gelarnya tapi kontribusinya. Tujuan saya adalah berbagi ke orang-orang sekitar, gelarnya sih bisa tercapai bisa juga enggak," ungkapnya.

Arga mengatakan, hal yang kerap dia bagi adalah pengalaman-pengalaman dalam mengikuti berbagai lomba dan konferensi pada adik-adik tingkatnya, berbagi pengalaman dan pandangan hidup sebagai pembicara, juga dengan menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komuter IPB.

"Saya ingin mengembangkan orang-orangnya, bukan sekedar mengerjakan proyek-proyek," tuturnya.

Dia mengatakan, mahasiswa lain pun dapat mengikuti jejaknya dengan cara yang paling sederhana. Yakni, dengan menemui seseroang atau suatu kelompok yang level pencapaiannya berada di atas kita; entah dari prestasi maupun sikap keseharian. Kemudian, ajaklah berbincang.

"Ajak ngobrol orang yang sudah di atas kita, siapapun yang kelihatannya punya prinsip seperti yang kamu harapkan, nanti akan dapat banyak insight dari situ," jelasnya. Selain itu, rumus mengatur waktu dan prioritas juga menjadi salah satu dari sekian hal yang mengantarkannya menyabet gelar tersebut.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar