Yamaha Aerox

Syariat Kurban Online yang Harus Diperhatikan

  Sabtu, 20 Juli 2019   Anggun Nindita Kenanga Putri
Ilustrasi hewan kurban. (ayobandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Fenomena kurban online bukan hal baru dalam beberapa tahun belakangan. Layanan ini semakin dilirik masyarakat, karena dinilai lebih praktis dan memberikan banyak kemudahan bagi umat Muslim yang ingin beramal di tengah kesibukan rutinitas sehari-hari.

Meski demikian, masih banyak yang mempertanyakan hukumnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rahmat Syafei, menyatakan secara syariat, layanan kurban online ini dibenarkan dalam agama. Namun, dia menekankan pentingnya syarat yang harus dipenuhi saat melakukan kurban online.

Ia menjelaskan lebih lanjut, kurban online boleh, asal jelas tujuannya. Selain itu saat pelaksanaan akadnya sudah sesuai dengan syaratnya.

Meski dilakukan secara online, Rahmat tetap meminta masyarakat tetap memantau profil dari hewan kurban yang telah dipilihnya. Jangan sampai ada hewan yang terkena penyakit masuk ke dalam radar proses jual beli hewan kurban.

Rahmat mengatakan, setiap penyedia layanan kurban sebaiknya membuat laporan rutin mengenai kondisi kesehatan hewan kurban hingga jelang waktu penyembelihan.

Selain itu, penyedia layanan juga harus memberikan transaparansi soal pendistribusian hewan kurban kepada para konsumen. Rahmat mengingatkan, sebaiknya pendistribusian diutamakan untuk fakir miskin yang wilayahnya dekat dengan lokasi konsumen yang memakai layanan kurban online ini.

Yuk, berkurban online bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) Global Qurban dan ayobandung.com (Ayo Media Network). Caranya klik di sini

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar