Yamaha Aerox

Meninggal Dunia, Ini 4 Fakta Arswendo Atmowiloto yang Perlu Diketahui

  Jumat, 19 Juli 2019   Nur Khansa Ranawati
Arswendo Atmowiloto. (istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Jurnalis, sastrawan dan penulis naskah drama, Arswendo Atmowiloto meninggal dunia pada usia 70 tahun di Jakarta, Jumat (19/7/2019) malam. Pria kelahiran Surakarta bernama asli Sarwendo tersebut meninggalkan puluhan karya tulisnya dalam medium yang bergam. Dia juga dikenal pernah menyabet sejumlah penghargaan terkait penulisan naskah drama. Berikut 4 fakta Arswendo Atmowiloto yang dirangkum Ayobandung.com :

1. Mengawali Karier sebagai Jurnalis

Arswendo tercatat pernah menjalani bangku kuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Solo, namun tidak selesai. Dirinya juga pernah mengikuti beragam kegiatan di Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah, di Solo (1972). Arswendo kemudian terjun sebagi jurnalis di Harian Kompas, kemudian memimpin redaksi majalah Hai, Monitor, dan Senang.

Karir jurnalistiknya terus digeluti hingga dirinya didapuk untuk mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat pada 1979. Setelah itu, dirinya dipercaya mengelola tabloid Bintang dan berhasil menghidupi tabloid tersebut selama tiga tahun. Setelah itu, Arswendo kemudian mendirikan perusahannya sendiri dan melahirkan tiga media cetak. Hingga saat ini, dirinya juga diketahui masih memiliki sebuah rumah produksi sintetron. 

2.  Pernah Tinggal di Sel

Pada 1990, ketika menjabat sebagai pemimpin redaksi tabloid Monitor, Arswendo sempat ditahan dan dipenjara karena hasil jajak pendapat yang dimuat tabloid tersebut. Dirinya melalui proses hukum hingga mendapat vonis hukuman 5 tahun penjara. 

AYO BACA : Erros Djarot Benarkan Arswendo Meninggal Dunia

3. Otak di Balik Sinetron Sukses

Arswendo memang dikena piawai merangkai naskah drama, pun juga sinetron. Salah satu yang paling melekat dengan dirinya dan dikenal banyak orang adalah sinetron Keluarga Cemara yang belum lama ini diangkat ke layar lebar. Beberapa sinetron yang pernah digarapnya meliputi Keluarga Cemara (RCTI, 1996-2002), Deru Debu (SCTV, 1994-1996), Ali Topan Anak Jalanan (SCTV, 1997-1998), Imung (SCTV, 1997), Jalan Makin Membara II dan III  (SCTV, 1995-1997). 

4. Penyabet Sejumlah Penghargaan

Arswendo pernah menyabet Hadiah Zakse atas esainya Buyung -Hok dalam Kreativitas Kompromi pada 1972. Selain itu, sejumlah judul drama-nya pernah diganjar berbagai penghargaan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Karyanya Dua Ibu (1981), Keluarga Bahagia (1985), dan Mendoblang (1987) juga mendapatkan hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P & K tahun 1981, 1985, dan 1987. Pada 1987, Arswendo berhasil meraih Hadiah Sastra Asean

5. Menderita Kanker Prostat

Kondisi kesehatan Arswendo dikabarkan mulai terus menurun sekitar Juni 2019. Dirinya lebih banyak menghabiskan waktu dengan tiduran dan menanggapi jengkukan rekan serat keluarganya dengan senyuman. Dia kemudian sempat menjalani dua rangkaian operasi untuk kanker prostat yang dideritanya, dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar