Yamaha NMax

Haul Mama Sempur Pembawa Berkah Masyarakat Purwakarta

  Jumat, 19 Juli 2019   Dede Nurhasanudin
Para pedagang berjualan pada peringatan Haul Mama Sempur di Desa Sempur Kecamatan Plered, Purwakarta, Jumat (19/7/2019). (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Peringatan haul wafatnya KH Tubagus Ahmad Bakri bin Tubagus Seda atau lebih dikenal dengan sebutan Mama Sempur tidak lama lagi akan berlangsung. Namun demikian, di sekitar area pemakamannya yang berlokasi di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, sejak sepekan terakhir mulai ramai dipadati para perziarah yang berasal dari berbagai daerah.

Praktis, warga setempat memanfaatkan kondisi ini dengan membangun lapak jualan di bahu jalan yang nantinya disewakan kepada para pedagang. Harga sewa lapak yang jualan yang dibuat dari bambu itu dipatok bervariatif, mulai dari Rp400 ribu hingga jutaan rupiah tergantung jarak dan luas lapak berjualan.

Salah seorang warga setempat Ai Halimah mengatakan, ukuran dan jarak lapak berjualan mempengaruhi terhadap harga. Ai mengaku memiliki lahan sedikit dan hanya cukup untuk dibangun empat petak dengan harga Rp500 ribu per petak.

"Ini barokah dari ulama terkemuka di tanah jawa bagi warga setempat. Lahan milik saya ini hanya cukup empat petak dan saya sewakan Rp500 ribu perpetak karena lokasinya cukup jauh," ujar dia, Jumat (19/7/2019)

Para pedagang mulai ramai menjajakan barang dagangan di lapak yang telah mereka sewa sejak satu pekan terakhir. Mereka mengaku berjualan lebih awal agar mendapatkan untung lebih pada acara tersebut.

"Saya sudah satu minggu jualan di sini memanfaatkan keramaian para peziarah yang mulai berdatangan," ujar salah seorang pedagang, Asep Firdauz.

Asep mengaku lapak jualan yang dirinya tempati berukuran sekitar lima meter. Dia sewa lapak dari pemilik lahan seharga Rp1 juta per meternya. "Setiap haul Mama Sempur digelar saya berjualan di sini, ini tahun keempat saya berjualan," ujar warga asal Sukabumi itu.

Tak hanya itu, tidak sedikit pula warga setempat menyulap halaman rumah yang berada di tengah pemukiman warga dijadikan lahan parkir kendaraan. Tentunya, haul ini menjadi momen penting bagi warga, karena sangat menguntungkan.

Sebagai tambahan, puncak acara peringatan mengenang hari wafat Mama Sempur jatuh pada 27 hapit atau sekitar 20 Agustus. Selama haul berlangsung wilayah Desa Sempur berubah menjadi lautan manusia baik siang ataupun malam.

Peziarah tak henti-hentinya datang bergantian ke lokasi makam ulama besar itu. Bahkan tak jarang pula arus lalu lintas tersendat lantaran kendaraan milik para peziarah diparkirkan di bahu jalan lantaran lahan parkir yang tersedia seadanya penuh.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar