Yamaha Aerox

Kasus Pembunuhan Yingying Zhang Picu Kemarahan di China

  Jumat, 19 Juli 2019   Andres Fatubun
Yingying Zhang.

CHICAGO, AYOBANDUNG.COM -- Seorang mantan mahasiswa PhD dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena penculikan dan pembunuhan seorang mahasiswa pascasarjana asal China di Universitas Illinois.

Brendt Christensen (30) menculik Yingying Zhang di kampus pada Juni 2017 sebelum memukulinya hingga mati dengan tongkat baseball dan memenggalnya. Hingga kini bagian lain dari jenazahnya belum ditemukan.

Orang tua dan tunangan Zhang menghadiri persidangan selama lima minggu di Peoria, barat daya Chicago.

Dalam sidang tersebut, hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan. 

Hakim Distrik AS James Shadid mengatakan tindakan Christensen adalah tindakan kekerasan yang tidak bisa dijelaskan. Dia mengatakan keluarga Zhang mungkin tidak akan pernah tahu di mana jenazah putri kesayangan mereka.

Sementara John Milhiser, pengacara, mengatakan pada konferensi pers bahwa upaya untuk menemukan jenazah siswa akan terus berlanjut.

Pengadilan telah mendengar bagaimana Zhang (26) menghilang di Champaign, sebuah kota sekitar 200 kilometer di selatan Chicago. Mahasiswa ini hilang dua bulan setelah datang ke AS.

Zhang sedang dalam perjalanan untuk menandatangani sewa untuk sebuah apartemen ketika Christensen yang menyamar sebagai petugas polisi membujuknya untuk masuk ke mobilnya. 

Pada hari sebelumnya, Christensen melakukan hal yang sama pada seorang mahasiswi lainnya namun ia menolak untuk masuk ke kendaraannya. Rekaman pengawasan menangkap penculikan itu.

Disitat dari The Guardian, kasus ini memicu kemarahan di China. Di situs media sosial China, Weibo, tagar Murderer of Zhang gets life imprisonment menerima lebih dari 400 juta respons. 

Pada umumnya mereka tidak menerima putusan hakim yang tidak memberikan hukuman mati pada Christensen. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar