Yamaha

Pria Bakar Gedung Studio Animasi, 33 Tewas

  Jumat, 19 Juli 2019   Andres Fatubun
Gedung Kyoto Animation yang terbakar. (AP)

KYOTO, AYOBANDUNG.COM -- Polisi tengah menyelidiki alasan seorang pria yang membakar studio animasi terkenal di Kyoto, Jepang. Hal ini menyebabkan 33 orang tewas. Peristiwa ini juga diklaim sebagai pembunuhan massal terburuk di Jepang selama hampir 20 tahun.

Dilansir dari laman CNN, polisi belum bisa menginterogasi tersangka karena masih dalam perawatan akibat luka bakar.

Pria berusia 41 tahun tersebut menuangkan bensin di salah satu ruangan Kyoto Animation dan kemudian menyalakan api. Dalam sekejap api membakar gedung berlantai tiga tersebut.

Menurut pengakuan seorang saksi kepada polisi, tersangka berteriak, "Mati!"  saat dia menumpahkan cairan bensin di lantai dasar gedung pada Kamis (18/7/2019) pagi. Bahkan pria itu ditemukan membawa ransel berisi beberapa pisau, ujar juru bicara kepolisian Prefektur Kyoto

12 pria dan 20 wanita tewas dalam kejadian tersebut. Sedangkan seorang korban lainnya belum diketahui jenis kelaminnya. Aksi kejahatan ini juga melukai 35 orang lainnya.

Sebelumnya hal serupa pernah terjadi tahun 2001 di sebuah bangunan di distrik Kabukicho Tokyo, yang menewaskan 44 orang. Namun korban tewas akibat kebakaran kemarin lebih besar daripada serangan gas sarin terowongan kereta api bawah tanah Tokyo pada 1995, yang menewaskan 13 orang.

Kebakaran terjadi pada Kamis sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat di gedung Studio 1, distrik Fushimi-ku Kyoto. Menurut polisi, seorang warga melaporkan mendengar suara seperti ledakan dari studio.

Dari rekaman CCTV, kejadian menunjukan asap tebal keluar dari gedung di daerah perumahan dekat Stasiun Kyoto, saat para petugas sedang memadamkan api.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menulis di Twitternya bahwa ia tidak bisa berkata apa-apa dan menyatakan belasungkawa kepada para korban.

Sementara CEO Animation Kyoto, Hideaki Yata, mengatakan kepada wartawan bahwa perusahaan pernah menerima surat ancaman yang dirujuk ke polisi. Dia menyatakan kesedihan bahwa para pekerjanya sudah bekerja keras untuk mencapai target.

"Mereka adalah orang-orang yang membawa industri animasi Jepang di pundak mereka, saya tidak tahan menerima kenyataan bahwa mereka terluka atau bahkan kehilangan nyawa mereka," katanya.

Menurut situs Kyoto Animation, studi ini  didirikan pada tahun 1981 dan dikenal sebagai KyoAni.

Studio ini memproduksi animasi dan menerbitkan novel anime, komik, dan buku. KyoAni merupakan salah satu studio paling terkenal di Jepang. Karya-karyanya yang paling terkenal adalah "Free!", serial manga "K-On!", Adaptasi anime TV "Haruhi Suzumiya" dan "Violet Evergarden" yang diambil Netflix pada 2018.

Banyak sekali postingan kesedihan yang diungkapkan para penggemar lewat akun Twitternya masing-masing. (Nadia Syailana)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar