Yamaha

Pembangunan Jalan Layang Bogor Terhambat Pembebasan Lahan

  Jumat, 19 Juli 2019   Fira Nursyabani
Pekerjaan flyover atau jalan layang di Jalan RE Martadinata, Kota Bogor, Jawa Barat. (ANTARA News/M Fikri Setiawan).

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Pembangunan jalan layang senilai Rp97 miliar di Jalan RE Martadinata, Kota Bogor terhambat pembebasan lahan. Masalah tersebut sampai sekarang masih diproses oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

"Masih ada kendala, terkait pembebasan lahan atas nama Bu Nuraini," ujar Deputi General Superintendent PT Brantas Abipraya, pelaksana proyek Jalan Flyover RE Martadinata, Rufika Trianto, Kamis (18/7/2019).

AYO BACA : Disebut Banyak Pencitraan, Ini Tanggapan Bima Arya

Kendala belum dibebaskannya lahan di sekitar Jalan RE Martadinata menyebabkan adanya pemberhentian pengerjaan dinding penahan tanah (DPT) sisi kanan. Meski begitu, Rufika menyebutkan, pengerjaan jalan layang sepanjang 458 meter itu kini progresnya sudah mencapai 41%. Pengerjaannya sudah sampai pada tahap penyelesaian tiang pancang.

"Untuk bangunan bawah dan tiang jembatan sudah jadi semua. Sekarang sudah tahapan pekerjaan atas yaitu pembuatan pier head, pembuatan dan pemasangan girder," kata Rufika.

AYO BACA : Tiga Penambang Ilegal di Bogor Diamankan Polda Jabar

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaki tak menampik bahwa kendala pembebasan lahan menyebabkan proyek jalan layang mengalami keterlambatan 7%. "Jadi ada deviasi 7% dari jadwal semestinya. Sampai saat ini mereka masih tetap melakukan pekerjaan fisiknya," kata Chusnul.

Meski begitu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto optimistis pekerjaan yang ditarget selesai pada Desember 2019 bisa selesai tepat waktu, meski terkendala lahan. "Tadi saya mendengar penjelasan di lapangan dari kontraktor. Sejauh ini masih on progress, on schedule. Sudah sekitar 41%. Target on schedule Desember. Insyaallah selesai,” kata Bima.

Terkait masih adanya kendala pembebasan lahan, Bima menyebutkan bahwa sudah ada solusi berupa konsinyasi atau menitipkan ganti rugi di Pengadilan. “Sudah dititipkan di Pengadilan, sudah konsinyasi. Jadi bisa diputuskan oleh Pengadilan. Kalau masih memang belum selesai sengketanya, nanti akan dibacakan oleh Pengadilan. Insyaallah itu juga bisa,” tuturnya. 

AYO BACA : Penyebab Ambruknya Tiang Pancang Tol BORR Terungkap

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar