Yamaha

ACT Salurkan Bantuan ke Ratusan Korban Gempa Halmahera Selatan

  Jumat, 19 Juli 2019   Fira Nursyabani
ACT menyalurkan bantuan kepada korban gempa di Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis (18/7/2019). (Dok. ACT)

HALMAHERA SELATAN, AYOBANDUNG.COM -- Gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) melanda Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Minggu (14/7/2019). Gempa ini menyebabkan sejumlah kerusakan dan memakan beberapa korban jiwa.

Melalui surat keputusan yang diterbitkan, Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba menetapkan status tanggap darurat penanggulangan bencana selama tujuh hari, sejak Senin (15/7/2019) hingga Minggu (21/7/2019).

AYO BACA : Lewat ‘Dermawan Berkurban’, ACT Ajak Muslim Sedunia Berbagi Kebahagiaan

Merespon situasi darurat tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan bantuan kepada 300 kepala keluarga (KK) di Desa Mafa, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Bantuan yang disiapkan berupa air mineral, kebutuhan pokok sehari-hari, alat mandi, peralatan tidur, kebutuhan sanitasi, dan lain-lain.

"Hanya beberapa warga yang terlihat beraktivitas di kampung ini karena sebagian besar sudah mengungsi di daerah gunung,” ujar Surachman Manan dari tim  Masyarakat Relawan Indonesia Maluku Utara (MRI Malut), dalam keterangan resmi yang diterima ayobandung.com, Jumat (19/7/2019).

AYO BACA : Gempa Halmahera Selatan, BNPB: 5 Orang Meninggal

Anggota Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Rachmat Junaidy menambahkan, air bersih menjadi kebutuhan mendesak korban gempa. “Setelah gempa, sumber air bersih warga tidak lagi ada. Air menjadi keruh,” terang Rachmat.

Tidak hanya kelangkaan air bersih, makanan siap santap, selimut, perlengkapan bayi, dan kebutuhan sanitasi juga menjadi kebutuhan mendesak korban saat ini. Akses ke sejumlah lokasi terdampak pun cukup sulit. Tidak jarang, untuk menjangkau desa tertentu, para relawan dan petugas kesehatan harus menggunakan kapal cepat.

“Butuh bahan bakar yang cukup untuk menuju desa-desa itu. Sedangkan, bahan bakar lebih banyak tersedia di kota,” lanjut Rachmat.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjauhi bangunan retak karena dikhawatirkan ambruk bila terjadi gempa susulan. “Masyarakat sebaiknya bila rumahnya sudah retak, sudah rusak, jangan dihuni lagi. Lebih baik berkumpul dengan saudara-saudara lain yang ada di pengungsian yang disediakan oleh pemerintah daerah,” ungkap Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono.

Masyarakat bisa ikut menyalurkan bantuannya bersama ACT melalui nomor rekening CIMB Niaga Syariah # 86000 3300 500 dan BRI # 207 101 000 198 303.

AYO BACA : Gempa Bermagnitudo 4,5 Guncang Kabupaten Tasikmalaya Jumat Dini Hari

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar