Yamaha NMax

Informasi Penting soal Kos di Jatinangor bagi Mahasiswa Baru

  Jumat, 19 Juli 2019   Andres Fatubun
Gerbang kampus Unpad Jatinangor. (indoplaces)

JATINANGOR, AYOBANDUNG.COM -- Jatinangor sebelumnya adalah kawasan perkebunan teh dan karetyang dirintis pada era Tanam Paksa pada 1830-an. Sejak Universitas Padjadjaran (Unpad) membangun kampus di Jatinangor pada 1979, kawasan di kaki Gunung Manglayang ini sekarang menjadi pusat studi bagi ribuan mahasiswa dari penjuru Tanah Air bahkan luar negeri. 

Selain Unpad, ada beberapa perguruan tinggi lain yang memiliki kampus di kawasan tersebut. Misalnya ITB, Ikopin dan IPDN. 

Nah buat para mahasiswa baru yang masih bingung mencari tempat kos di Jatinangor jangan khawatir. Karena harga kos bervariasi dari yang murah sampai yang mahal. Dari yang lengkap hingga hemat tersedia semua.

Harga tempat kost di Jatinangor bisa dibilang beragam karena tergantung fasilitas yang disediakan oleh pemilik kos. Selain itu, harga sewa kos tergantung daerahnya. Semakin dekat kampus dan lengkap fasilitasnya, semakin mahal.

“Harga kos mah beda-beda, soalnya fasilitasnya kan juga beda. Kalau mau yang enak terus kamar mandi dalem pasti lebih mahal. Biasanya sih juga ada kostan yang terjangkau fasilitasnya, tapi tempatnya agak jauh dari kampus,” ujar Nana, seorang warga Jatinangor.

Dari penelusuran redaksi ayobandung di halaman portal jasa penyedia kos, harga kos di Jatinangor dimulai dari harga yang paling murah yaitu Rp400 ribu hingga Rp2,5 juta per bulan. 

Untuk harga Rp400 ribu kamar berukuran 3 x 3 meter dengan fasilitas yang diberikan adalah kasur, meja belajar, lemari, dengan kamar mandi di luar.

Sedangkan yang Rp2,5 juta memiliki fasilitas seperti apartemen pada umumnya. Bahkan dilengkapi dengan sarana olahraga seperti lapangan basket dan kolam renang.

Calo kos
Seiring waktu penerimaan mahasiswa baru, sebagian besar pencari kos biasanya mulai hunting kos di hari pendaftaran ulang, terutama bagi maba dari luar kota. Calo-calo kos biasanya sudah paham gerak-gerik orangtua dan mahasiswa baru yang sedang mencari kos. Sehingga mereka sering melakukan jemput bola.

Di Kampus Unpad Jatinangor, calo-calo kos ini biasanya sudah mangkal di depan gerbang lama (gerlam) atau di depan gedung fakultas untuk menunggu pencari kostan. Setelah mendapat pelanggan, biasanya mereka langsung menawarkan beberapa opsi yang sesuai dengan kriteria yang dicari. 

“Kalau buat harga dari yang 5 juta sampai 20 juta seperti di apartemen ada. Balik lagi sama ekonomi keluarganya mereka menyanggupi atau enggak. Tapi kebanyakan yah, mereka carinya yang terjangkau tapi nyaman dan deket sama kampus juga,” ujar Sarip seorang calo.

Beberapa kriteria yang dicari pencari kos adalah tempatnya yang nyaman dan luas, tidak bising dan asri. Kriteria ini dibutuhkan karena mahasiswa membutuhkan tempat untuk kerja kelompok atau berkumpul dengan teman-teman kampus.

Setiap daerah atau desa di Jatinangor memiliki kos yang menjadi andalannya atau yang paling banyak diminati. Seperti di Cikuda, kos De Java dan Beverly. Kemudian apartemen Pinewood di belakang Mall Jatinangor Square (Jastos) dengan fasilitas yang bagus.

Kos dekat Kampus
Tak selamanya kos yang dekat dengan kampus Unpad Jatinangor berharga mahal, tergantung dari fasilitas yang diberikan. Beberapa daerah yang dekat dengan kampus adalah Ciseke, Sayang, Hegermanah, dan Geulis.

Selain tempatnya yang dekat dengan kampus, mahasiswa juga mudah mencari kebutuhan sehari-hari tanpa harus berjalan jauh.

“Mahasiswa baru biasanya cari kos tuh yang deket sama kampus biar bisa cepet ke kampus. Makannya kebanyakan yang laku dan ramai daerah Ciseke, Hegermanah sampe ke depan Institut Koperasi dan Manajemen Indonesia (IKOPIN),” ujar Bu Cacih.

Sayangnya karena padat dengan penduduk, arus lalu lintas di kawasan Jatinangor ini sering macet pada jam-jam sibuk. Sehingga bagi mahasiswa yang membawa kendaraan roda empat, harus lebih bersabar. Lokasi kemacetan berada di persimpangan dan mal Jatos. 

Kemacetan ini yang membuat mahasiswa baru berlomba-lomba mencari kos dekat kampus. Mereka lebih memilih jalan kaki untuk menghemat waktu. 

“Urang (saya) mending jalan kaki daripada naik motor atau mobil, udah macet terus puteran baliknya jauh lagi. Kalau jalan kaki kan lebih leluasa mau kemana aja,” jelas Ari seorang mahasiswa. (Aulia Padlika Muslim) 

Punya pengalaman menarik soal ngekos di Jatinangor, kirimkan ceritanya ke [email protected]

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar