Yamaha Aerox

Nabung Sejak SD, Nurul Yaqin Pergi Haji Tahun Ini

  Kamis, 18 Juli 2019   Erika Lia
Calhaj termuda asal Kota Cirebon, Nurul Yaqin (kiri) bersama sang ayah, Imam Nurholis (kanan). Mereka diagendakan berangkat haji bersama Juli ini. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Didaftarkan orang tua sejak kelas 6 SD, Nurul Yaqin (18), warga Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, menjadi calon jamaah haji (calhaj) termuda dari kotanya.

Diagendakan berangkat pada 29 Juli 2019, Nurul Yaqin akan terbang ke tanah suci bersama kedua orang tuanya. Sulung dari empat bersaudara ini terdaftar sebagai salah satu calon jamaah haji setelah orang tuanya menabung uang sejak sekitar sepuluh tahun terakhir.

"Saya didaftarkan (haji) sejak SD, jadi ya jurut-nurut saja ketika difoto tanpa tahu buat apa. Baru paham tahun kemarin (2018) kalau ternyata saya didaftarkan haji," ungkapnya kepada ayocirebon.com, Kamis (18/7/2019).

AYO BACA : 1.833 Calhaj Indramayu Siap Berangkat, Berikut Jadwalnya

Adalah sang ayah yang mengatur rencana keberangkatannya ke tanah suci. Anak dari pasangan Imam Nurholis dan Azizah ini pun mengaku senang dengan rencana keberangkatannya ke tanah suci.

Mengingat dirinya pernah menjalankan ibadah umroh pada 2016, berhaji dianggap tak mengejutkannya meski ini merupakan kali pertama. Nurul pun mengaku antusias dengan rencana kunjungannya ke rumah Allah, terlebih bila mengingat tak semua orang seusianya bisa melaksanakan ibadah ini.

"Senang menjadi tamu Allah di usia muda. Saya berharap bisa menjadi anak yang berbakti kepada umat," tutur mahasiswa semester 3 jurusan Syariah di STAI Imam Syafi'i, Kabupaten Cianjur ini.

AYO BACA : Tekad dan Niat Kuat Antarkan Tukang "Ngarit" Naik Haji

Sang ayah, Imam Nurholis mengaku telah merencanakan keberangkatan haji sejak anak-anaknya berusia dini. Hanya, mengingat biaya yang dibutuhkan untuk ibadah ini tak sedikit, dirinya dan sang istri baru bisa memberangkatkan Nurul Yaqin.

"Penghasilan saya tidak menentu. Untuk persiapan haji Yaqin, saya menabung sejak 2009," katanya.

Meski penghasilannya tak menentu, dia meyakini kekuatan niat dalam upayanya mewujudkan cita-cita. Keinginannya, seluruh anak-anaknya bisa beribadah haji.

Bagi Imam, berangkat haji maupun umroh merupakan bagian dari pendidikan agama terhadap anak-anaknya. Dia pun meyakini, pendidikan agama yang dipelajari Yaqin sejak SD hingga SMA, membuat sang anak mantap menjalankan rukun Islam yang kelima ini. Di matanya, Yaqin adalah seorang anak yang patuh terhadap orang tua.

Dengan memberikan pengetahuan agama kepada anak sejak dini, apalagi dengan mengenalkan ibadah haji, Imam berharap Yaqin bisa menjadi anak yang bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, mengajarkan solat, dan kebaikan lainnya yang bukan hanya untuk agama saja.

"Saya berharap Yaqin bisa menjadi anak yang bisa memberi ilmu bagi umat, mengajarkan salat, dan kebaikan lain, yang bukan hanya untuk agama saja," harapnya.

AYO BACA : Usia Nyaris Satu Abad Tak Menyurutkan Kakek Ini Pergi Haji

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar