Yamaha

Ombudsman: Manajemen Krisis Garuda Indonesia Sangat Lemah

  Kamis, 18 Juli 2019   Fira Nursyabani
Anggota Ombudsman RI Alvin Lie, di Jakarta, Rabu, (17//07/2019). (ANTARA News/Boyke Ledy Watra)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ombudsman RI menyerukan maskapai penerbangan Garuda Indonesia agar melakukan perbaikan manajemen krisis setelah menerbitkan larangan mengambil foto atau video dalam pesawat oleh penumpang.

AYO BACA : PAKU ITE Desak Garuda Indonesia Cabut Laporan 2 Youtuber ke Polisi

Anggota Ombudsman RI Alvin Lie mengatakan dia sempat meminta penjelasan dari pihak Garuda mengenai kebenaran adanya menu tulisan tangan untuk kelas bisnis.

AYO BACA : Wah, Garuda Akhirnya Bolehkan Penumpang Ambil Foto di Pesawat

"Ternyata informasi yang sampai ke manajemen pun masih simpang siur. Saya khawatir informasi yang masih belum jelas ini, simpang siur dan belum lengkap menjadi bahan pembuatan keputusan larangan foto itu," kata dia, Rabu (17/7/2019).

Akibatnya, keputusan yang dikeluarkan Garuda, kata dia, jadi tidak memiliki dasar fakta yang lengkap dan terverifikasi kebenarannya. Atas dasar tersebut, Ombudsman melihat Garuda Indonesia ternyata masih sangat lemah dalam memanajemen krisis dan komunikasi publik.

"Informasi apa yang disampaikan kepada publik tidak terkelola dengan baik," katanya.

Setiap lembaga kata dia tentunya akan selalu berhadapan dengan dengan berbagai persoalan termasuk krisis atau pun malfungsi. "Yang membedakan manajemen yang baik dan yang buruk itu bukan kesalahan atau terkena krisis, tapi bagaimana kita mengelola krisis itu,” ujarnya.

AYO BACA : Garuda vs Rius, YLKI: Harusnya Mediasi Dulu, Jangan Langsung Pidana

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar