Yamaha Mio S

Kota Bandung Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Mesir

  Kamis, 18 Juli 2019   Fira Nursyabani
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana bersama Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed Amr Ahmed Moawar dalam seminar bertajuk Reflection and Projection of Cooperation in the Future, di Balai Kota Bandung, Rabu (17/7/2019). (Dok. Humas Setda Kota Bandung)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kota Bandung turut memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Mesir. Bekerja sama dengan Kedutaan Besar Mesir di Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengadakan seminar bertajuk "Reflection and Projection of Cooperation In The Future" di Auditorium Balai Kota, Jalan Wastukancana, Rabu (17/7/2019).

Bagi Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, seminar ini penuh makna karena mengangkat refleksi dan proyeksi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Mesir untuk masa depan. Menurutnya, hubungan baik kedua negara harus semakin dipererat.

"Secara historikal, Indonesia dan Mesir punya kedekatan yang kuat. Mesir adalah salah satu negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia," ujar Yana.

AYO BACA : Rayakan Hari Jadi, Ratusan Warga Bogor Serbu Tauge Goreng

Selain itu, Yana menyebutkan ada beberapa aspek lain yang menguatkan hubungan diplomatik Indonesia.

Di sektor ekonomi, Mesir adalah salah satu mitra perdagangan yang penting untuk Indonesia. Mesir adalah mitra ekspor ke-26 untuk Indonesia.

"Ini dapat dilihat dari jalur perdagangan Indonesia-Mesir tahun 2011 sampai 2016," ujar Yana.

AYO BACA : Kota Bandung Bakal Pamer Produk Unggulan dan Fesyen di Houston

Sedangkan di sektor pendidikan, Pemerintah Mesir melalui Universitas Al-Azhar telah memberi beasiswa tahunan untuk pelajar Indonesia sejak 1960.

"Sejumlah kerja sama Indonesia-Mesir harus terus dibina untuk hubungan diplomatik yang harmonis di masa depan," tuturnya.

Senada dengan Yana, Duta Besar Mesir di Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Moawar menyebutkan, negara Mesir dan Indonesia memiliki hubungan yang erat karena aspek historikal.

"Kita adalah dua negara bersaudara. Kita tak mungkin melupakan sejarah saat Presiden kami saat itu (Gamal Abdul Nasir, red), datang ke Bandung untuk mengikuti Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955," ujar Ahmed.

Ia juga mengaku senang berada di Indonesia, khususnya di Kota Bandung. Penguatan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Mesir merupakan hal yang perlu terus dibina.

"Indonesia adalah negara yang besar. Saya senang berada di sini," katanya.

AYO BACA : Rumah Zakat Desak Kemenlu Tempuh Upaya Diplomatik Terkait Krisis Muslim Uighur

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar