Yamaha NMax

Sengkarut Stadion GBLA yang Terbengkalai, Ini Respons Umuh Muchtar

  Rabu, 17 Juli 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. (Eneng Reni/ayobandung)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) terbengkalai dan tidak terjaga kebersihannya. Markas Maung Bandung di musim 2018 itu kini kembali viral di lini masa setelah sejumlah foto beredar yang menunjukkan seberapa tak terawatnya stadion kecintaan Warga Jawa Barat tersebut.

Diketahui, salah satu penyebab tidak terawatnya stadion GBLA lantaran perawatan yang memakan biaya cukup besar. Sedangkan laga Persib sebagai sumber pendapatan yang diandalkan telah hilang lantaran imbas peristiwa berdarah di September 2018 silam. Alhasil semenjak itu, Persib kesulitan bermain di wilayah hukum Polrestabes Bandung. 

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar tak menampik, Pemkot Bandung kesulitan pendanaan untuk pengelolaan stadion megah yang berada di kawasan Gedebage itu. Menurut Umuh sebagai solusinya pengelolaan GBLA seharusnya diserahkan kembali dari Pemkot Bandung ke Pemprov Jawa Barat.

AYO BACA : Ridwan Kamil Nilai GBLA Perlu Dikelola Swasta

"Jadi begini, saya ada masukan, ini kan memang itu kan yang dulu dari Pemkot ya, sekarang kan ini terbengkalai seperti ini, kalau sudah Pemkotnya tidak siap  karena dengan biaya, ini biaya (perawatan) mahal tiap bulan, untuk listrik, untuk pegawai, untuk semua, ini sangat mahal berikan aja ke provinsi (Pemprov Jabar). Ayo kerja sama, gitu kan, karena bagaimanapun juga ini (GBLA) kan punya orang Jawa Barat, bukan untuk Bandung saja," ungkap Umuh.

Di pihak manajemen PT Persib Bandung Bermartabat, sosok yang karib disapa Wa Haji Umuh juga mengaku sudah ada pembicaraan untuk mengelola Stadion GBLA secara mandiri. Hanya mereka masih berdiskusi, terutama dengan Direktur Utama PT. PBB, Glennn Sugita. Bersama Glenn, Umuh masih memperhitungkan soal keamanan konstruksi GBLA yang dinyatakan bermasalah oleh pihak berwenang.

"(Diskusi dengan manajemen soal pengelolaan GBLA) sudah. Sudah dulu pun juga mau dikelola, ayo lah, kita kelola dengan PT. PBB  Cuma kemarin ada pertimbangan dan dihitung lagi. Pak Glenn juga menghitung bagaimana, apa ini (GBLA) masih bisa dipakai atau tidak. Dan, konstruksinya, jadi (yang berbahaya) itu bukan tempat duduk, tapi yang berbahayanya itu yang atap. Itu atap makin ke bawah makin ke dalam, pak Glenn bicara seperti itu kemarin. Ada salah satu dari pengawasan, dia memeriksa semua, dia sudah memprediksi," lanjutnya.

AYO BACA : GBLA Tidak Terawat, Siapa Bertanggung Jawab?

Umuh juga menyampaikan manajemen PT PBB masih menimbang-nimbang kondisi yang tepat untuk mengambil alih pengelolaan stadion GBLA. Namun Umuh menyebut, jika keputusan pengelolaan sudah jelas pihaknya siap untuk mengelola bersama Pemkot Bandung.

"Ini belum jelas semuanya, ya, mungkin nanti keputusannya nunggu pak Glenn. Kalau Pak Glenn mengatakan tadi masih diperiksa semua dulu bangunannya. Kalau udah itu tidak oke dan tak ada masalah, PT juga siap untuk ikut mengelola bersama Pemkot," katanya.

Namun Umuh menegaskan, sedianya Persib Bandung bersedia untuk mengelola stadion berkapasitas 38.000 kursi itu bila masalah konstruksi dan kepengurusan GBLA antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar sudah benar-benar selesai.

"Siap untuk mengelola, tapi dilihat dulu. Intinya bangunannya, konstruksinya dilihat lagi, sesuai gak, kalo gak sesuai nanti rugi juga buat PT. Tapi kalo Gubernur dalam keadaan apapun juga, kemarin saya sudah ceritakan keluhan-keluhan dari bobotoh dan pemain, terutama ini kan punya Jawa Barat. Ya udah siap, tanpa mungkin ada aturan kalau nanti gimana ya diserahkan ke Pemprov. Mudah-mudahan ini bisa cepat kembali ke Pemprov ya (pengurusannya)," ujarnya.
 

AYO BACA : Emil Soal GBLA: Kalau Enggak Sanggup, dengan Senang Hati Kita Urus

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar