Yamaha Aerox

Kenapa Sekda Cirebon Digeser Jadi Inspektur?

  Rabu, 17 Juli 2019   Erika Lia
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis membacakan sumpah jabatan saat pelantikan pejabat tinggi pratama, pejabat pengawas dan pejabat fungsional di Balai Kota Cirebon, Rabu (17/7/2019). (Istimewa)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis menggeser jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Asep Dedi, sebagai Inspektur, Rabu (17/7/2019) di Ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon.

Menggantikan Asep, Azis menunjuk Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Cirebon, Anwar Sanusi, sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Asep sendiri menjadi pimpinan Inspektorat Kota Cirebon yang sebelumnya kosong.

"Sesuai aturan, sebagai aparatur sipil negara (ASN) dengan jabatan tinggi pratama yang telah menjabat lebih dari lima tahun, pasti akan dievaluasi. Hasilnya bisa dipertahankan atau disegarkan," kata Azis kepada di ruang kerjanya seusai pelantikan pejabat tinggi pratama serta pejabat pengawas dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon.

Dalam hal ini, dia meyakinkan, persegeran Asep sebagai inspektur bukanlah penurunan jabatan atau bahkan hukuman/sanksi, melainkan hasil evaluasi. Asep memegang jabatan inspektur terhitung Rabu ini.

Azis beralasan, dari hasil evaluasi, Asep dinilai memiliki kemampuan sebagai inspektur. Selain itu, Asep dianggap memiliki pengalaman sebagai birokrat yang telah memimpin sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon.

"Sementara ini, Pak Anwar sebagai Plt Sekda karena beliau (Anwar) pejabat tinggi pratama paling senior di Pemkot Cirebon. Suratnya (surat keputusan) sudah saya tandatangani," tuturnya.

Sekda pengganti Asep sendiri, dipastikan Azis, akan tergantung proses lelang jabatan. Selain sekda, jabatan eselon II yang saat ini kosong pun akan diisi setelah melalui lelang jabatan.

Jabatan eselon II yang kosong merupakan pimpinan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, maupun Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik.

Untuk pelaksanaan lelang jabatan, Azis berencana menunjuk panitia seleksi (pansel). Format berbeda akan dia terapkan antara pansel untuk sekda dan pansel untuk pejabat eselon II.

"Pansel untuk sekda terdiri dari lima orang dari luar birokrat Pemkot Cirebon, seperti unsur akademisi maupun tokoh masyarakat. Sementara pansel untuk pejabat eselon II terdiri dari dua orang dalam (birokrat Pemkot Cirebon) dan tiga orang dari luar," bebernya.

Lelang jabatan dikehendaki Azis rampung Juli ini, sehingga Agustus mendatang mutasi, rotasi, dan promosi pejabat di lingkungan Pemkot Cirebon gelombang II bisa terlaksana.

Khusus jabatan sekda, Azis menghendaki figur yang dapat mengoordinasikan semua satuan perangkat kerja daerah (SKPD) demi mengimplementasikan program-program kerja kepala daerah. Selain itu, sekda juga harus bisa memberi solusi kepada kepala daerah maupun SKPD.

Selain melantik Asep sebagai inspektur, hari ini Azis juga melantik sepuluh orang pejabat pengawas dan pejabat fungsional. Satu pejabat fungsional yang dilantik yakni Direktur Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon Ismail Jamaludin. Ismail menggantikan Bunadi yang diketahui telah menjabat sebagai direktur rumah sakit selama tiga tahun.

"Jabatan direktur rumah sakit butuh penyegaran, butuh pimpinan yang punya semangat baru untuk menaikkan prestasi. Selain itu untuk memperbaiki komunikasi internal rumah sakit," paparnya.

Bunadi sendiri rencananya akan diberi tugas sebagai kepala puskesmas dengan fasilitas rawat inap. Azis menekankan, pergeseran Asep dan Bunadi dari jabatan semula bukanlah penurunan penurunan jabatan, melainkan hasil evaluasi sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, ditemui seusai pelantikan, Asep mengaku tak merasa turun pangkat. Dia bahkan menyatakan telah lama mendengar kabar dirinya digadang-gadang sebagai inspektur sejak lama.

"Sebagai ASN, ditempatkan di mana pun siap. Saya tidak merasa down grade, malah bersyukur karena semua jabatan adalah amanah," ungkapnya.

Dia menyebutkan, sekda baru memiliki pekerjaan rumah merampungkan susunan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019 dan APBD Tahun Anggaran 2020.

Di sisi lain, dia mengaku telah mempersiapkan diri sebagai inspektur yang bertugas mengawasi seluruh SKPD agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar