Yamaha NMax

Ribuan KK Jabar Dilanda Kekeringan, Pemprov Kaji Solusi

  Rabu, 17 Juli 2019   Nur Khansa Ranawati
Sejumlah anak bermain di areal persawahan yang terdampak kekeringan di Jalan Cimincrang, Gedebage, Kota Bandung, (26/6/2019). (Kavin Faza/ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Musim kemarau yang tengah berlangsung sejak Mei lalu menyebabkan sejumlah daerah di Jawa Barat terdampak kekeringan. Bedasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, hingga saat ini terdapat 27.997 kepala keluarga (KK) yang kekurangan air bersih.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu mengatakan, musim kemarau juga mengakibatkan 14.404 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan. Setidaknya ada 12 kabupaten/kota di Jabar yang juga turut mengalami kekeringan meliputi Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya

AYO BACA : Ribuan KK Jabar Dilanda Kekeringan, Pemprov Kaji Solusi

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan pihaknya saat ini tengah mengkaji kembali solusi yang akan diterapkan guna mengentaskan kekeringan. Pasalnya, dia mengaku sejumlah upaya juga telah dilakukan bekerjasama dengan para pemerintah kabupaten/kota.

"Saya masih mengkaji karena solusi-solusi juga sudah dilakukan, dengan para bupati sudah mulai menggilir (pengairan) perhari, sehari di kelompok tani ini, sehari lagi di kelompok yang lain," ungkap Emil, sapaan akrabnya ketika ditemui di Gedung Sate Bandung, Rabu (17/7/2019). 

AYO BACA : Dua Bulan Kekeringan, Warga Cianjur Terpaksa Gunakan Air Keruh

Selain itu, dia mengatakan pihaknya juga telah mengerahkan PDAM untuk menggerakan truk-truk air guna menyediakan suplai air bersih. Rekayasa cuaca bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga tengah diupayakan.

"Kedua, PDAM juga sudah bergerak membuat truk-truk air untuk suplai air bersih. Ketiga, sedang dikaji dengan BMKG untk rekayasa cuaca," jelasnya.

Dia mengatakan, meski tengah dilakukan, upaya-upaya tersebut tidak serta-merta dapat langsung menurunkan status kondisi kekeringan di Jabar yang direkomendasikan naik menjadi siaga per 1 Agustus 2019 mendatang oleh BPBD Jabar.

"Sedang kita kerjakan. Kalau tiba-tiba turun status itu bukan tidak mungkin, tapi ya bagaimana," pungkasnya.

AYO BACA : BNPB: Jabar dan 6 Provinsi Lainnya Tengah Alami Kekeringan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar