Yamaha NMax

Bernostalgia dengan Momen MOS Anak Zaman Old

  Rabu, 17 Juli 2019   Fira Nursyabani
Masa Orientasi Siswa (MOS). (Danny Ramdhani/ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) baru saja di mulai di tahun ajaran 2019/2020 ini. Momen ini penting bagi siswa baru untuk mengetahui tentang seluk beluk sekolah yang akan ditempatinya selama 3 tahun ke depan.

MPLS, atau yang dulu disebut Masa Orientasi Sekolah (MOS), juga memiliki kenangan tersendiri di hati anak-anak zaman old yang bersekolah di era 90an sampai 2000an. Berikut sedikit nostalgia masa-masa orientasi yang bikin ngangenin, disadur dari berbagai sumber:

1. Tas karung plus topi caping

Ada-ada saja perintah kakak kelas saat MOS dulu. Salah satunya adalah perintah untuk membawa benda-benda aneh, seperti tas dari bahan karung dan topi caping dari kertas. Tak lupa karton bertuliskan identitas yang digantung dengan tali rafia.

Siswi perempuan biasanya harus mengikat rambut dengan pita berwarna senada dengan warna khas kelompoknya. Sementara siswa laki-laki harus menempelkan pita itu di ujung lengan seragam. Tak jarang ada atribut-atribut lain juga yang harus dipakai.

AYO BACA : Manipulasi Domisili PPDB, 5 Siswa Bogor Gagal Masuk Sekolah Negeri

Benda-benda tersebut wajib dipakai dari rumah dan tentunya para siswa dilarang membawa tas sekolah biasa. Di masa itu, mereka harus rela jadi tontonan warga di sepanjang jalan menuju sekolah.

2. 'Pocong ijo' hingga 'bantal kedelai'

Ada yang tahu istilah di atas? Jika kamu merasa pernah mendengarnya, kemungkinan besar kamu punya kenangan juga saat MOS.

Kakak kelas biasanya meminta siswa baru untuk membawa makanan dengan nama-nama yang aneh yang membuat mereka harus memutar otak, seperti 'pocong ijo' yang artinya lontong dan 'bantal kedelai' yang artinya tahu.

Masih ada banyak istilah-istilah yang dipakai, misalnya 'gorengan bisul', 'buah ibu mengandung', 'permen genit,' hingga 'cokelat kuburan kucing.' Ada yang bisa tebak apa artinya?

AYO BACA : Siswa di Tasik Terpaksa Belajar di Lantai Perpustakaan

3. Surat cinta untuk kakak OSIS

Kreatifitas para siswa baru diuji oleh kakak kelas melalui secarik kertas. Biasanya mereka akan diminta menuliskan 'surat cinta' yang ditujukan untuk para pembimbing OSIS. Alih-alih menyusun kata-kata yang romantis, sebagian siswa kadang hanya menuliskan frasa 'SURAT CINTA' sebanyak mungkin di satu halaman kertas penuh.

4. Tanda tangan 'keramat' dari kakak kelas

Selama berjalannya MOS, tak jarang siswa baru diminta untuk mengoleksi tanda tangan kakak kelas sebanyak mungkin. Mereka yang mendapat banyak tanda tangan, akan diberi penghargaan.

Ada kakak kelas yang mau dengan mudah memberi tanda tangan, ada pula yang memberikan sejumlah syarat terlebih dahulu. Siswa baru yang patuh akan memenuhi semua syarat itu demi sebuah tanda tangan 'keramat'. Mereka bisa diminta bernyanyi, berjoget, dan bahkan berakting.

 

Hal-hal tersebut saat ini sudah secara resmi dilarang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menginginkan masa orientasi siswa yang lebih edukatif dan secara keras melarang perpeloncoan.

Jadi, apa kenangan kamu saat MOS dulu?

AYO BACA : Antar Anak Sekolah Hari Pertama, ASN Kemenhub Diizinkan Terlambat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar