Yamaha

Kendala Pemeliharaan GBLA, Pemkot Bandung Belum Miliki Seluruh Asetnya

  Selasa, 16 Juli 2019   Nur Khansa Ranawati
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Kota Bandung angkat bicara terkait polemik pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api alias GBLA yang mencuat belakangan ini. Salah satu alasan yang dikemukakan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana adalah bahwa status aset GBLA yang ada saat ini belum seluruhnya diserahkan kepada Pemkot Bandung.

Yana menjelaskan bahwa sebagian aset GBLA masih dikelola oleh PT. Adhi Karya selaku kontraktor.  Menurutnya pembangunan Stadion GBLA dilakukan oleh PT. Adhi Karya dalam tiga tahap. Saat ini bagian stadion yang merupakan hasil tahap kedua pembangunan belum diserahterimakan kepada pemkot.

AYO BACA : Ini Alasan Pemkot Bandung Berhati-Hati Soal Perbaiki Stadion GBLA

Tahap dua ini masih gantung. Saya tugaskan juga dinas terkait tolong komunikasi lagi dengana (PT) Adhi Karya. Lakukan serah terima sehingga tahap satu, dua, tiga ini diserhakan supaya mengelolanya secara hukum lebih aman, jelasnya ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (16/7/2019).

Yana menuturkan bahwa Pemkot Bandung dan PT. Adhi Karya belum bersepakat soal status bangunan satadion hasil pembangunan tahap dua. PT. Adhi Karya, menurut Yana, merasa pembangunan sudah selesai namun di sisi lain pemkot memandang pihak kontraktor itu melakukan wanprestasi.

AYO BACA : Sekda Jabar Sarankan Pemkot Bandung Bentuk Badan Usaha Pemelihara GBLA

Kalau ini gantung terus, kita juga serba salah karena gantung. Kalau perbaikan, nanti diaudit, karena belum selesai gimana? Saya juga baru tau stelah dinas dan intansi dikumpulkan, jelasnya.

Selian pengelolaan, masalah lain yang mengintai stadion kebanggan warga Kota Kembang ini ialah potensi penurunan lahan akibat struktur lahan yang labil. Terkait hak tersebut, Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen mengatakan hal tersebut masuk ke dalam rencana pemeliharaan.

Kalau yang penurunan di luar stadion antara batas stadion dan jalan masuk ya nanti itu sekalian pemeilharaan, ujarnya ketika ditemui dalam kesempatan yang sama. 

Beberapa waktu lalu, Direktur SDM dan Legal PT. Adhi Karya Agus Karianto memprediksi, dalam jangka waktu 15 tahun ke depan penurunan tanah di sekitar GBLA masih akan terus berlangsung. Hal itu karena proses pemadatan alami tanah yang ditimbunkan. 

Semua sudah dibangun sesuai prosedur. Bahkan di enam bulan awal setelah penimbunan itu ada penurunan hingga 120 sentimeter. Memang secara teknis sudah didesain seperti itu, tutur Agus.

AYO BACA : Yana: GBLA Tak Terawat Karena Anggaran Terbatas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar