Yamaha Lexi

Pilu PKL di GBLA Selepas Pengeroyokan Haringga

  Selasa, 16 Juli 2019   Fira Nursyabani
Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Danny Ramdhani/ayobandung.com)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Aksi pengeroyokan seorang suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, masih menyisakan duka bagi banyak pihak. Imbas dari perbuatan keji ini sangat besar, bahkan turut dirasakan oleh pedagang kaki lima (PKL) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), lokasi tewasnya Haringga.

Neneng (50), seorang penjual es kelapa di GBLA, mengaku biasanya bisa menghabiskan 100 butir kelapa dalam satu hari. Namun setelah aksi pengeroyokan itu dan GBLA menjadi lebih sepi, 100 kelapa bisa habis dalam beberapa hari.

Tak jarang kelapa-kelapa yang dijualnya membusuk. Ia bahkan harus merugi karena kini harga buah kelapa meningkat dari Rp3.000 menjadi Rp6.000.

"Sejak kejadian itu jadi sepi. Biasanya sehari jualan kelapa 100 butir. Sekarang 100 butir habis 2-3 hari. Sejak itu jualan lotek," ujar warga Rancanumpang ini saat ditemui ayobandung.com, Selasa (16/7/2019).

AYO BACA : Yana: GBLA Tak Terawat Karena Anggaran Terbatas

Dari sisi penghasilan, pengakuan Neneng lebih mengejutkan lagi. Ia mengaku pendapatannya dari hasil berjualan es kelapa dan lotek sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000 per hari.

Di akhir pekan, Neneng bahkan bisa mendapatkan pemasukan hingga Rp1 juta. Meski tak ada pertandingan, GBLA memang banyak dikunjungi warga untuk sekadar nongkrong menghabiskan waktu sore.

Bagaimana jika Persib bertanding di stadion ini? Penghasilan Neneng lebih fantastis lagi, yakni Rp3 juta hingga Rp4 juta dalam sehari.

Namun masa-masa kejayaan itu telah berlalu. Saat ini Neneng hanya mendapatkan kurang dari Rp100.000 dalam sehari selama berjualan di sana. Mata pencahariannya yang lain, yaitu mengelola sawah, dinilainya tak memberikan penghasilan menentu.

AYO BACA : Menpora Akan Dalami Terbengkalainya GBLA

"Mata pencaharian kan cuma sawah. Dulu ada ikan, ada eceng. Sekarang gak ada," ungkapnya.

Untuk mendapatkan modal berdagang, ia bahkan harus meminjam uang kepada bank keliling. "Boro-boro bisa nyimpen bisa nabung, malah kurang... Tiap hari (bank keliling) nagih Rp25.000," tutur Neneng.

Belakang ini ramai di media sosial unggahan foto terkait kondisi Stadion GBLA yang cukup tidak terawat. Rumput ilalang terlihat tinggi. Sampah berserakan. Kondisi toilet juga memprihatinkan.

Stadion GBLA dilaporkan mengalami keretakan pada sejumlah bagian bangunan dan tanah yang amblas. Hingga kini, stadion itu belum kembali digunakan Persib Bandung sebagai kandang sejak tragedi pembunuhan Haringga.

Neneng berharap GBLA dapat segera diaktifkan kembali. Menurutnya, sejumlah warga di sekitar sangat menggantungkan hidup pada stadion yang terletak di Kecamatan Gedebage tersebut.

"Harapannya diaktifkan lagi, dikembalikan lagi biar orang sini bisa makan, ini kan penghasilan buat sekolah anak. Dulu banyak yang lewat sekarang gak ada," kata dia.

Haringga Sirla ditemukan tewas setelah dikeroyok oleh oknum suporter saat pertandingan Persib menghadapi Persija, Minggu (23/9/2018) di Stadion GBLA. Pelaku pengeroyokan Haringga kemudian divonis 7 hingga 9,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Selasa (21/5/2019) lalu. (Kavin Faza)

AYO BACA : GBLA Tidak Terawat, Siapa Bertanggung Jawab?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar