Yamaha NMax

KPPU Bakal Panggil Menteri Rini terkait Rangkap Jabatan Bos Garuda Indonesia

  Senin, 15 Juli 2019   Nur Khansa Ranawati
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. (Mildan Abdalloh/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah mendalami penyelidikan kasus rangkap jabatan tiga orang direktur PT Garuda Indonesia Persero Tbk.

Juru Bicara dan Komisioner KPPU, Guntur Saragih mengatakan, guna melengkapi keterangan dalam proses tersebut, pihaknya akan memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Rini Soemarno.

Rencananya, pemanggilan Rini akan dilakukan pada Kamis minggu ini, 18 Juli 2019. Guntur mengatakan pemanggilan tersebut didasari oleh keterangan sebelumnya dari terlapor bahwa pihak Kementerian BUMN terlibat dalam perintah melakukan rangkap jabatan ketiga direktur Garuda tersebut. 

"Karena memang berdasarkan keterangan sebelumnya dari terlapor, ada perintah dari Kementerian BUMN. Jadi kita akan klarifikasi itu," ungkap Guntur ketika dihubungi Ayobandung.com via sambungan telepon, Senin (15/7/2019). 

Dia mengatakan, Rini dipanggil sebagai saksi untuk memperdalam fakta yang masih dibutuhkan pihak investigator KPPU.

"Bu Rini dipanggil tidak sebagai terlapor ya, tapi sebagai saksi. Ini adalah salah satu rangkaian dari kebutuhan investigator untuk mendapatkan fakta," jelasnya.

Guntur mengatakan, rangkap jabatan yang dilakukan melanggar salah satu pasal dalam Undang-undang Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Monopoli dan Praktek Persaingan Usaha Tidak Sehat. Pada pasal 26, rangkap jabatan dilarang dilakukan seseorang yang tengah menempati jabatan sebagai direksi atau komisaris suatu perusahaan.

"Garuda dan Sriwijaya kan harusnya bersaing. Dengan merangkap, maka Garuda bisa mengendalikan Sriwijaya sehingga bisa jadi tidak bersaing lagi," ungkap Guntur. 

Adapun ketiga jajaran direksi Garuda yang dilaporkan melakukan rangkap jabatan sebagai jajaran komisaris Sriwijaya Group adalah Direktur Utama Garuda, Ari Askhara yang juga menjadi Komisaris Utama Sriwijaya Group, Direksi Niaga Garuda Pikri Ilham Kurniansyah merangkap Komisaris Sriwijaya Group, dan Direktur Utama Juliandra Nurtjahjo merangkap Komisaris Sriwijaya Group.

Namun, ketiga orang tersebut sudah menyatakan mengundurkan diri dari bangku komisaris Sriwijaya Group melalui surat resmi, pada saat proses penyelidikan masih berlangsung, tepatnya pada 2 Juli lalu.

Guntur mengatakan, selepas proses pemintaan keterangan dari saksi selesai, maka proses berikutnya yang akan dilakukan adalah pemberkasan, dan kemudian masuk ke persidangan bila dinilai perlu. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar